Menyedihkan, 93.5 Persen Penduduk Indonesia Kurang Sayur dan Buah

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 15 Juni 2015 | 18:18 WIB
Menyedihkan, 93.5 Persen Penduduk Indonesia Kurang Sayur dan Buah
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanah Indonesia yang subur, cocok ditanami berbagai macam jenis sayur dan buah. Sayangnya, kekayaan alam di Indonesia yang berlimpah ini tak membuat penduduknya sadar akan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur.

Hal ini terlihat dari data Riskesdas 2013 yang menunjukkan bahwa 93.5 persen penduduk Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Sejalan dengan temuan ini, World Health Organization (WHO) memperlihatkan bahwa orang Indonesia hanya mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 2.5 porsi sehari atau 34.55 kg per tahun, jauh di bawah anjuran Food Agriculture Organization (FAO) sebanyak 73 kilo setahun.

Menurut Guru Besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Agus Firmansyah SpA(K), kurangnya konsumsi serat pada penduduk Indonesia dipengaruhi oleh kebiasaan sejak kecil.

"Kurang dilatih saja. Pada dasarnya anak-anak tidak suka sayur dan buah. Ini kewajiban orangtua memperkenalkan hingga membiasakan anak untuk mengonsumsi sayur dan buah sejak periode MPASI. Kalau sudah terbiasa anak akan mudah menyukai sayur dan buah saat dewasa," katanya pada Nutritalk: Pembentukan Pola Makan Sehat Sejak Dini di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Lebih lanjut, Prof Agus menambahkan bahwa pengenalan sayur dan buah kepada anak harus dilakukan bertahap. Setelah berusia enam bulan ke atas, bayi yang terbiasa dengan ASI akan menjalani masa transisi ke makanan semi padat hingga padat.

"Bisa dengan di jus kalau untuk buah atau dicampur dengan bubur untuk sayur. Bisa dibiasakan dulu satu jenis sayur atau buah selama seminggu untuk melatih taste anak, minggu berikutnya baru ganti jenis yang lain," imbuhnya.

Prof Agus mengingatkan bahwa anak usia 1-3 tahun setidaknya mengonsumsi serat sebanyak 16 gram sehari sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi. Untuk memenuhi AKG ini, anak bisa dibiasakan mengonsumsi buah sebanyak 2 porsi dan sayur sebanyak 3 porsi setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Sulit Makan Sayur dan Buah? Ini Kiatnya

Anak Sulit Makan Sayur dan Buah? Ini Kiatnya

Health | Selasa, 27 Mei 2014 | 14:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB