Tentara di Kupang Tak Akui Jokowi Sebagai Presiden

Ardi Mandiri Suara.Com
Kamis, 21 Mei 2015 | 06:21 WIB
Tentara di Kupang Tak Akui Jokowi Sebagai Presiden
Ilustrasi tentara. [Shutterstock]

Suara.com - Tim Intel Korem 161/Wirasakti Kupang Nusa Tenggara Timur, berhasil menangkap sekelompok tentara gadungan yang menamakan diri mereka Badan Kehormatan Negara Republik Indonesia (BKNRI) yang hanya mengakui Jenderal Besar LM Syahrial sebagai presiden sekaligus pimpinan tertinggi di Indonesia.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wirasakti Kupang, Kol Inf Adrianus SA Nugroho dalam jumpa pers di Markas Besar Korem Kupang, di Kupang, Rabu (20/5/2015), menganggap bahwa sekelompok tentara gadungan tersebut telah melakukan penipuan berupa doktrin-doktrin yang menyesatkan yang dipimpin langsung oleh seorang pria berpangkat Mayor Jenderal TNI Polisi Demsies Netana.

"Dia adalah pimpinan dan melupakan Joko Widodo sebagai Presiden Kita," katanya.

Adrianus mengatakan, pihaknya telah menginterogasi ketua badan kehormatan tersebut dan dari pengakuannya diketahui bahwa memiliki tugas yang besar yakni berkuasa atas pemerintahan provinsi NTT.

"Ini artinya bahwa orang yang menamakan dirinya Mayjen tersebut adalah pemegang kekuasaan untuk pemerintahan Provinsi NTT, baik sebagai Gubernur, Pangdam NTT, Danlantamal, Serta Kapolda NTT," ujarnya.

Di samping itu, lembaga ini juga mempunyai andil sebagai Ketua Kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan mengaku markas utama badan tersebut berada di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Adrianus menambahkan, dalam penangkapan tersebut, selain ketuanya, ada beberapa orang anggotanya yang berjumlah sembilan orang yang kebanyakan berasal dari Ambon, serta Sulawesi Tengah.

Selain itu, Korem 161/Wirasakti juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, berupa surat-surat resmi dari badan tersebut, ID khusus bagi anggota-anggotanya dan bertuliskan hukuman mati bagi mereka yang menyalahgunakan ID tersebut.

Di samping itu, ada juga sebuah mobil operasional yang dimiliki oleh kelompok tersebut serta baju resmi milik ketua badan itu yang berbintang dua, serta atribut-atribut layaknya seorang tentara asli.

Dia menambahkan bagi mereka yang ingin bergabung harus membayar sejumlah uang dan ditransfeer ke rekening badan tersebut dan langsung diangkat dengan pangkat yang tinggi.

"Mereka yang direkrut tersebut menurut pengakuan dari Damsies, harus mentransferkan sejumlah uang dengan jumlah Rp25 Juta ke rekening badan kehormatan tersebut dan langsung diangkat dengan pangkat Briptu. Ini merupakan penipuan sehingga masyarakat perlu waspada," katanya.

Keberhasilan tim Intel dalam membongkar badan tersebut, berkat bantuan dari masyarakat Sikumana yang mencurigai adanya sekelompok orang yang membawa serta menyebarkan surat yang berjudul "Pengumuman Negara Republik Indonesia".

"Secepatnya kita cegah badan tersebut, agar tidak merisaukan serta tidak menyebarkan doktrin-doktrin yang menyesatkan masyarakat NTT," ujarnya.

Selanjutnya sekelompok orang tersebut langsung diserahkan kepada Kepolisian Daerah NTT untuk selanjutnya diperiksa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI