Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas

Bernadette Sariyem Suara.Com
Minggu, 01 Maret 2026 | 23:01 WIB
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Kapal Induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (wikipedia)
Baca 10 detik
  • IRGC mengklaim menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik sebagai balasan serangan AS dan Israel.
  • Pentagon membantah serangan terhadap kapal induk namun mengonfirmasi tiga personel militer AS tewas dalam operasi di Iran.
  • Operasi balasan Iran tersebut menyusul gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat agresi militer Sabtu lalu.

Suara.com - Kantor Hubungan Masyarakat Garda Revolusi Islam (IRGC) baru saja merilis pernyataan mengejutkan, yang mengklaim bahwa kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, telah menjadi sasaran serangan rudal balistik, Minggu (1/3/2026).

Dikutip dari The Times of Israel, Pentagon secara terpisah mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat dalam operasi yang berlangsung di wilayah Iran.

Menurut pernyataan resmi IRGC, USS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik dalam sebuah operasi militer yang dinamakan 'True Promise 4'.

Operasi ini disebut sebagai respons langsung atas tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kepentingan Iran belakangan ini.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” tegas pihak Garda Revolusi dalam pernyataan yang disiarkan media lokal dan dikutip AFP.

Mereka juga mengeluarkan peringatan keras bahwa “tanah dan laut akan semakin menjadi kuburan bagi para agresor teroris”.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran kini telah memasuki “fase baru” dalam konflik militer, di mana operasi di darat maupun laut akan semakin diintensifkan.

Respons Pentagon dan Bantahan Serangan Kapal Induk

Meskipun Iran mengklaim keberhasilan serangan tersebut, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) segera mengeluarkan bantahan.

Baca Juga: Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X menegaskan bahwa kapal induk mereka dalam kondisi aman dan tidak terkena serangan apa pun di wilayah Teluk.

“Lincoln tidak terkena serangan. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat,” ungkap pihak militer AS.

Namun, Pentagon tidak menampik adanya kerugian personel yang signifikan.

Mereka mengumumkan bahwa tiga anggota militer AS telah “tewas dalam aksi” dan lima lainnya “luka parah” dalam operasi yang dilakukan terhadap Iran.

Ini merupakan laporan kematian pertama personel AS sejak Amerika Serikat melancarkan bombardir besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka pada hari Sabtu.

Balas Dendam Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Ketegangan ini bermula dari agresi Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu (28/2/2026) yang melanggar kedaulatan nasional Iran.

Dalam serangan udara tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur di kediamannya.

Iran bersumpah akan membalas dendam meskipun Presiden Donald Trump telah mengancam akan merespons dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika Iran berani membalas.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai sebuah “deklarasi perang terhadap umat Islam”.

Dalam pidatonya, ia menegaskan: “Iran menganggap adalah tugas dan hak sahnya untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan otak di balik kejahatan bersejarah ini.”

Serangan Meluas ke Berbagai Kota Besar

Operasi "True Promise 4" yang diluncurkan IRGC pada hari Minggu memicu ledakan di berbagai kota utama di kawasan Teluk dan Israel.

Laporan menyebutkan ledakan terdengar di Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, hingga Yerusalem dan Tel Aviv.

Layanan penyelamatan Israel melaporkan empat orang tewas dalam serangan rudal terbaru tersebut.

Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang berpengaruh, melalui unggahan media sosialnya menyatakan dengan nada yang meniru gaya retorika Trump: “Hari ini kita akan memukul mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”

Dampak konflik ini juga merembet ke negara tetangga. Di Karachi, Pakistan, sedikitnya sembilan orang tewas akibat luka tembak dalam demonstrasi pro-Iran di depan konsulat AS.

Sementara itu di Irak dan Pakistan, massa dilaporkan mencoba menyerbu misi diplomatik Amerika Serikat sebagai bentuk kemarahan atas serangan AS-Israel ke Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI