Tertipu Pencatut Nama Kapolri, Lelaki Ini Alami Kerugian Rp1,1 M

Ruben Setiawan

Selasa, 24 November 2015 | 01:06 WIB
Tertipu Pencatut Nama Kapolri, Lelaki Ini Alami Kerugian Rp1,1 M
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Seorang pelapor Tedy Tesiman meminta penyidik Polda Metro Jaya segera menangkap terlapor Akhmad Subkhi yang diduga menipu dengan mencatut nama Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

"Terlapor menipu beberapa korban dengan menyebutkan kenal Kapolri maupun mantan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman," kata Tedy seperti dikuti Antara di Polda Metro Jaya Senin.

Tedy melaporkan Akhmad Subkhi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/2300/VI/2015/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 11 Juni 2015.

Berdasarkan laporan itu, Tedy mengadukan Akhmad dengan Pasal 379 huruf (a) KUHP tentang penipuan penipuan yang dijadikan mata pencaharian dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Akibat perbuatan Akhmad, Tedy mengalami kerugian hingga Rp1,1 miliar yang dijanjikan mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepahiyang Bengkulu.

Tedy menjelaskan kejadian berawal saat seorang wanita memperkenalkan pelapor dengan Akhmad Subkhi pada Oktober 2014.

Selanjutnya, Akhmad mengajak Tedy berinvestasi untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan di Kabupaten Kepahiyang.

Saat perkenalan itu, Akhmad mengaku sebagai anggota Divisi Propam Mabes Polri bahkan kenal dengan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman.

Selain itu, Akhmad juga meyakinkan Tedy bertemu dengan pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepahiyang.

"Lebih meyakinkan karena saya dan terlapor dijemput anggota Brimob di bandara saat tiba di Bengkulu," ungkap Tedy seraya menambahkan Akhmad juga menipu pamannya sendiri yang mengalami kerugian hingga Rp800 juta.

Tedy mengaku Akhmad juga menipu empat rekan lainnya salah satu pelapor itu dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Tedy menyesalkan penyidik Polda Metro Jaya yang belum mampu menghadirkan Akhmad padahal laporan polisi telah berjalan hingga enam bulan.

Tedy mengaku dirinya bersama paman terlapor sempat mengambil sepucuk "airsoft gun" dan enam butir peluru tajam saat mendatangi rumah kontrakan Akhmad di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Barang bukti itu sudah diserahkan kepada penyidik kepolisian," ujar pengusaha properti itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×