Tuding Suriah Gunakan Senjata Kimia, AS Mendadak Lepas 60 Rudal

Reza Gunadha

Jum'at, 07 April 2017 | 09:29 WIB
Tuding Suriah Gunakan Senjata Kimia, AS Mendadak Lepas 60 Rudal
Ilustrasi rudal (Shutterstock).

Suara.com - Angkatan perang Amerika Serikat menggempur basis tentara pemerintah Suriah secara mendadak, Kamis (6/4/2017) malam waktu setempat.

Sebanyak 60 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perang negeri Paman Sam yang ada di perairan Laut Tengah.

Puluhan rudal mematikan tersebut, seperti dilansir AFP, ditujukan ke satu pangkalan udara milik tentara Suriah.

Ini adalah kali pertama serangan militer AS yang ditujukan kepada pemerintah Suriah, dan menjadi keputusan perang pertama Presiden Donald Trump.

Pejabat pemerintahan AS di Washington DC mengungkapkan, 60 rudal itu ditembakkan sebagai aksi balasan atas serangan gas beracun ke warga sipil di Idlib.

Trump dan militer sekutu yang dipimpin AS secara sepihak menuding serangan memakai senjata kimia itu didalangi pemerintah Suriah.

Sementara berdasarkan analisis faktual militer Suriah dan Rusia yang menjadi sekutu Presiden Bashar Al Assad, senjata kimia itu bukan dijatuhkan oleh pesawat-pesawat tempur pemerintah.

“Senjata kimia berupa gas itu berada di sebuah gudang milik kubu pemberontak Suriah. Ketika pesawat tempur Suriah membombardir basis para pemberontak, senjata kimia di gudang itu ikut meledak. Jadi, yang harus bertanggungjawab adalah pemberontak,” terang pejabat militer Rusia, seperti dikutip Al Jazeera.

Serangan militer AS atas tuduhan sebuah negara memunyai dan menggunakan senjata kimia bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, tahun 2003, militer AS secara sepihak menuduh Irak yang ketika itu dipimpin Presiden Saddam Husein memunyai dan menggunakan senjata kimia.

baca juga

Berdasarkan klaim tersebut, AS melancarkan perang agresi di Irak. Kekinian, klaim Irak dan Saddam Husein memunyai senjata kimia tidak juga bisa dibuktikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Temukan Wanita Nyaris Tak Berbusana Mengaku Putri Duyung

Polisi Temukan Wanita Nyaris Tak Berbusana Mengaku Putri Duyung

News | Jum'at, 07 April 2017 | 08:51 WIB

Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

News | Jum'at, 07 April 2017 | 01:12 WIB

Trump Utus Wapres Mike Pence ke Jakarta pada 20 April

Trump Utus Wapres Mike Pence ke Jakarta pada 20 April

News | Jum'at, 07 April 2017 | 00:05 WIB

Bom Beracun Suriah Telan 72 Nyawa, Trump Ancam Bashar Al Assad

Bom Beracun Suriah Telan 72 Nyawa, Trump Ancam Bashar Al Assad

News | Kamis, 06 April 2017 | 13:38 WIB

Serangan Senjata Kimia Suriah, WHO: Kejam dan Tak Bisa Ditolerir

Serangan Senjata Kimia Suriah, WHO: Kejam dan Tak Bisa Ditolerir

News | Kamis, 06 April 2017 | 07:54 WIB

Putra Donald Trump Anggap Wajar Praktik Nepotisme

Putra Donald Trump Anggap Wajar Praktik Nepotisme

News | Kamis, 06 April 2017 | 07:39 WIB

Korban Bom Beracun di Suriah Bertambah Jadi 72 Orang

Korban Bom Beracun di Suriah Bertambah Jadi 72 Orang

News | Rabu, 05 April 2017 | 13:23 WIB

ISIS: Amerika Serikat Kini Dipimpin Seorang Idiot

ISIS: Amerika Serikat Kini Dipimpin Seorang Idiot

News | Rabu, 05 April 2017 | 13:03 WIB

'ABG' Amerika Serikat Akui Diperintah ISIS Bunuh Paus Fransiskus

'ABG' Amerika Serikat Akui Diperintah ISIS Bunuh Paus Fransiskus

News | Rabu, 05 April 2017 | 12:50 WIB

Donald Trump Masuk Daftar Nama Target Pembunuhan ISIS

Donald Trump Masuk Daftar Nama Target Pembunuhan ISIS

News | Rabu, 05 April 2017 | 12:37 WIB

Terkini

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:18 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:05 WIB

×