Google Ingin Buat Smartphone Rp400 Ribuan untuk Negara Berkembang

Pebriansyah Ariefana, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 07 Januari 2017 | 13:32 WIB
Google Ingin Buat Smartphone Rp400 Ribuan untuk Negara Berkembang
Logo Google. [Shutterstock]

Suara.com - Perusahaan teknlogi internet, Google menyatakan akan menciptakan telepon pintar murah untuk dipasarkan ke negara berkembang. Telepon pintar itu menggunakan sistem Android.

Satu keunggulan ponsel pintar (smartphone) berbasis Android dibanding kompetitor seperti iOS adalah harga jualnya yang bisa jauh lebih terjangkau. Namun, hal itu belum cukup bagi Google.

Chief Executive Officer Google Sundar Pichai mengatakan bahwa negara-negara berkembang seperti India perlu memiliki smartphone dengan harga lebih lebih rendah lagi. Ia bercita-cita menciptakan smarphone Android berlabel kurang dari 30 dolar AS (sekitar Rp400 ribu) di negara-negara dunia ketiga.

"Saya memikirkan dua hal besar. Hal pertama adalah kami berusaha membuat smartphone makin murah," kata Pichai seperti dilansir The International Business Times, Sabtu (7/1//2017).

"Titik harga yang sesuai dengan pasar India adalah 30 dollar AS, dan menghadirkan smartphone berkualitas tinggi di harga tersebut akan membuatnya makin menyebarluas," lanjut dia.

Impian ini, ucap Pichai, berkaitan dengan misi Google untuk membawa dan meningkatkan akses internet ke seluruh lapisan masyarakat. "Kami berusaha sangat keras menciptakan produk yang dapat digunakan oleh semua orang di dunia."

Pada 2014, Google sendiri telah meluncurkan seri smartphone Android One melalui kerja sama dengan pabrikan-pabrikan lokal di negara berkembang. Android One merupakan smartphone murah yang menyasar konsumen kebanyakan di negara-negara tersebut.

Indonesia merupakan salah satu pasar yang diincar oleh smartphone Android One. (The International Business Times)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Huawei Ambisius Siap Kuasai Pasar AS dan Global

Huawei Ambisius Siap Kuasai Pasar AS dan Global

Tekno | Jum'at, 06 Januari 2017 | 20:41 WIB

Terkait Pajak Google, Wapres: Harus Bayar

Terkait Pajak Google, Wapres: Harus Bayar

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2016 | 22:03 WIB

10 Smartphone Terlaris di Indonesia di 2016

10 Smartphone Terlaris di Indonesia di 2016

Tekno | Rabu, 21 Desember 2016 | 20:14 WIB

Google Tak Mau Bayar Pajak, Dirjen Pajak: Ya Dimasukkan Penjara

Google Tak Mau Bayar Pajak, Dirjen Pajak: Ya Dimasukkan Penjara

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 14:22 WIB

Vivo Yakin Bisa Masuk Tiga Besar Smartphone Terlaris di Indonesia

Vivo Yakin Bisa Masuk Tiga Besar Smartphone Terlaris di Indonesia

Tekno | Rabu, 21 Desember 2016 | 13:45 WIB

Sanksi untuk Google karena Tak Bayar Pajak

Sanksi untuk Google karena Tak Bayar Pajak

News | Selasa, 20 Desember 2016 | 17:03 WIB

Ditjen Pajak: Tak Ada Pintu Damai dengan Google

Ditjen Pajak: Tak Ada Pintu Damai dengan Google

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 16:04 WIB

Google dan Indonesia Gagal Bersepakat Soal Jumlah Tunggakan Pajak

Google dan Indonesia Gagal Bersepakat Soal Jumlah Tunggakan Pajak

Tekno | Sabtu, 17 Desember 2016 | 15:32 WIB

Samsung Z2 Paling Populer di Google Indonesia Selama 2016

Samsung Z2 Paling Populer di Google Indonesia Selama 2016

Tekno | Rabu, 14 Desember 2016 | 21:52 WIB

Inilah Artis Terpopuler di Google 2016, Saipul Jamil Juara

Inilah Artis Terpopuler di Google 2016, Saipul Jamil Juara

Entertainment | Rabu, 14 Desember 2016 | 20:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×