SuaraBandung.com - Belum lama ini China mengklaim bahwa negaranya paling aman untuk wanita. Mereka memamerkan sejumlah data untuk memperkuat klaimnya itu.
Bahkan China menyebut keamanan mereka lebih baik daripada Amerika Serikat dan Barat. Wanita China disebut aman dan bahagia tinggal di negaranya.
Namun sisi lain dari klaim tersebut, media Barat justru membongkar fakta sebaliknya. Mereka mengupas tayangan CCTV yang ada di beberapa wilayah di kota besar di China.
Dan benar saja, CCTV ini menjadi bukti jika apa yang diklaim pemerintah China justru sebaliknya.
Banyak aksi kekerasan pada wanita, yang justru tak sedikit berujung pada kematian korban. Lantas apakah China masih berani menyebut dini negara paling aman untuk wanita?
Dilaporkan suara.com sebelumnya, China menyatakan jika perempuan di negaranya lebih aman ketimbang di negara barat. Tapi sejumlah video malah mempertanyakan klaim ini.
Namun, sebuah video rekaman CCTV menunjukkan seorang pria menabrak pasangannya dengan mobilnya tanggal 2 Agustus lalu.
Di sana polisi yang menangani kasus tersebut hanya mengatakan sebagai "keributan" kecil antara pasangan.
Dikatakan keributan kecil, akan tetapi si wanita justru tewas sementara sang kekasih, melarikan diri.
Pada awalnya video tersebut viral namun kemudian terkubur dengan kemarahan warga China atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.
Bagi Alice, video itu kembali mengingatkan pada kejadian serupa di kota yang sama dua bulan sebelumnya.
Seperti banyak perempuan lain di China, Alice semula percaya dengan pernyataan pejabat di Beijing yang mengatakan hidup di dalam negeri lebih aman dibandingkan di negara-negara Barat.
"Jangan beranggapan bahwa Amerika aman seperti di China, di mana kita bisa keluar di malam hari mencari makanan tanpa khawatir dengan keselamatan," demikian tulis Liga Pemuda Partai Komunis China di Weibo di tahun 2017.
Bulan Juni lalu juga ada video viral yang merekam empat perempuan dikeroyok oleh sekelompok pria di sebuah restoran.
"Saya merasa sangat terkejut dan merasa tidak aman setelah melihat video tersebut," kata Alice 33 tahun yang tinggal di provinsi Anhui.