SuaraBandung.id - Suka tidak suka, Citayam Fashion Week mulai jadi trend di berbagai daerah. Dengan beragam komentar negatif maupun positif arena Citayam Fashion Week mulai ditiru.
Namun, dibalik kemeriahan Citayam Fashion Week, ternyata mulai memakan korban. Seorang pejabat tinggi di satu wilayah sampai dicopot dari jabatannya.
Di beberapa daerah, Citayam Fashion Week belum bisa diterima hingga akhirnya menuai penolakkan.
Termasuk di satu daerah di Sumatera Barat. Pejabat nomor satu di satu kecamatan sampai harus kehilangan jabatannya gara-gara melakukan show seperti di Citayam Fashion Week.
Dikutip dari SuaraCianjur.id, fenomena Citayam Fashion Week diiukuti pejabat. Seperti yang terlihat di akun TikTok @dewi.centong yang merupakan Camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat.
Dicopot
![Seorang pejawab mengaku bernawa Dewi dicopot dari jabatannya. [dokumen kecamatan]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/08/08/1-seorang-pejawab-mengaku-bernawa-dewi-dicopot-dari-jabatannya.jpg)
Namun miris, niatnya mengadaptasi Citayam Fashion Week di daerahnya malah berujung pencopotan dari jabatan.
Kisah ini diakuinya sendiri lewat unggahannya di TikTok, yang belakangan kembali diviralkan oleh Instagram @lambe_turah.
"Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week," tuturnya sebagai pembuka kisah, dikutip Suarajabar.id, Minggu (7/8/2022).
Ia mengaku hanya berniat membuat konten, tanpa maksud melanggar norma-norma agama atau adat istiadat setempat.
"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.
Kecaman oleh MUI Kota Payakumbuh itu yang disebutnya menjadi awal mula malapetaka dalam kariernya, sampai berujung dengan pencopotannya dari jabatan sebagai Camat Payakumbuh Timur.
"Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif," kritik Dewi.
"Dengan melaporkan aku ke Walikota Payakumbuh dan akhirnya aku diberhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur," kata dia.
"Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak di komen sama sekali," sambungnya.
Akun @lambe_turah juga menunjukkan konten catwalk yang diunggah Dewi di Instagram-nya, yang kemudian menuai komentar pedas dari MUI Payakumbuh. Lewat caption-nya, terungkap Dewi melakukan aksi lenggak-lenggok itu di Simpang Benteng.