Kemudian Refly menduga, Putri Candrawathi mengakui ada motif dewasa. "Dan yang kedua adalah dia malu mengakui kalau misalnya ada motif dewasa," tutur Refly.
Makanya ketika petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemui Putri Candrawathi, saat itu hanya menjawab malu.
Bukan itu saja, Refly juga mengendus keanehan ketika ada yang menyebut Brigadir J dan Putri Candrawathi sedekat itu.
Hal itu kata dia, terlihat saat Pengacara keluarga Brigadir J menyebut bahwa Putri Candrawathi sudah menganggap Brigadir J anaknya sendiri.
Mesi begitu kata Refly Harun, hal itu tetaplah cerita orang dewasa. "Tapi jangan lupa, ini kan cerita tentang orang dewasa," katanya.
"Orang yang barangkali ada masalah dalam hubungan rumah tangga," kata Refly.
"Kemudian masuk orang lain. Lalu, orang lain barangkali, menghibur atau katakanlah obat lara. Kira-kira begitu lah," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 24 Agustus 2022.
Melanjutkan analisisnya, Refly Harun menyebut diduga bisa jadi yang dilakukan Putri Candrawathi ingin mengurangi hukuman dirinya dan suami.
"Tapi sekali lagi. Ini terkait dengan dua hal tentunya. Apakah dia (Putri Candrawathi) ingin meringankan hukuman bahwa motif membunuh adalah motif yang justified karena istri diganggu, dilecehkan," katanya.
Baca Juga: Siapa Bisa Bendung Yokohama F. Marinos di J League 2022?
Atau, bisa juga diduga ada motif yang terjadi dan benar-benar sebagai aib. "Tapi, motif lain adalah barangkali, dia malu mengungkapkan yang sesungguhnya," kata dia.
Namun, Refly Harun sangat yakin polisi akan bisa mengungkap kasus tersebut. "Memang bukan lagi ngeri-ngeri sedap, geli-geli sedap soal motif dewasa ini ya," kata Refly Harun.
Sumber: Youtube Refly Harun