"Ini (foro Brigadir J usai eksekusi) pasti akan mengganggu penyidikan teman-teman kepolisian," kata Choirul Anam.
"Foto tanggal 8 di TKP ini posisi yang paling penting. Jenazah (Brigadir J) masih ada di tempatnya di Duren Tiga," kata Choirul Anam
Untuk mempercepat pengungkapan, Komnas HAM dikatakan Choirul Anam akan menyerahkan foto tersebut ke penyidik Timsus Polri.
Foto tersebut ditegaskan Choirul Anam sangat penting untuk kepentingan penyidikan yang dilakukan timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Jejak digital
Selain temuan foto, Komnas HAM juga berhasil menemukan jejak digital dimana foto itu akhirnya bisa ditemukan.
Kemudian ada juga jejak digita mengenai perintah menghilangkan sejumlah barang bukti di TKP.
"Jejak digital perintah terkait barang bukti (pembunuhan Brigadir J) supaya dihilangkan, kami mendapatkan itu," kata Choirul Anam.
Dengan temuan itu, Komnas HAM semakin yakin jika ada pelanggaran hukum yang terencana.
"Kami meyakini adanya obstruction of justice atau menghalangi, merekayasa dan lain sebagainya dalam kasus ini (pembunuhan Brigadir J)," imbuh dia.
Dengan temuan-temua tersebut, Choirul Anam mengaku sangat membantu Komnas HAM untuk mulai membangun kembali fakta-fakta dan terangnya peristiwa pembunuhan Brigadir J.