SuaraBandung.id - Dugaan para jenderal takut pada Ferdy Sambo diduga bukan isapan jempol belaka.
Orang istana sekelas Menko Polhukam, Mahfud MD bahkan menyebut Ferdy Sambo seperti jenderal bintang lima.
Hal itu dikemukakan Mahfud MD ketika mengomentari kasus meninggalnya Brigadir J oleh atasannya, Irjen Ferdy Sambo.
Dinilai Mahfud MD, skenario baku tembak hingga pelecehan di Duren Tiga nyaris sempurna dan mengecoh masyarakat Indonesia, termasuk para pejabat.
Mahfud MD kemudian tak ragu menyebut Irjen Ferdy Sambo bak seorang jenderal bintang lima.
Hal itu kata dia, banyak pihak yang memuluskan skenario jenderal dua tersebut soal baku tembak dan pelecehan di Duren Tiga.
"Bapak Sambo itu memang praktis seperti bintang lima. Karena semuanya takut pada dia," kata Mahfud MD seperti dikutip dari akun TikTok @beritaviraltiktok30 pada Kamis (1/9/2022)
"Nah itu (kekuatan Ferdy Sambo) yang menyebabkan ketika dia melakukan kejahatan. Lalu dia (Ferdy Sambo) membuat rekayasa, seakan-akan orang hampir akan percaya bahwa itu tembak-menembak," sambungnya.
Namun, kebohongan Ferdy Sambo segera terbongkar yang menimbulkan efek besar di lingkaran Polri.
Baca Juga: Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 30,64 Persen di Kuartal II 2022
Kapolri yang mengambil alih komando dalam kasus ini, menetapkan sekitar 36 tersangka dari jajaran Polri, termasuk Irjen Ferdy Sambo atas kasus Brigadir J.
"Ada 36 orang yang mengatur skenario itu. Dan orang tidak ada yang berani karena di tingkat Polri sendiri susah," imbuhnya.
Atas kenyataan yang terjadi, Mahfud Md mengakui jika pekerjaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak mudah dalam membongkar dan mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.
"Kapolri juga tidak mudah mengumpulkan satu tim. Karena dikhawatirkan diam-diam ada temannya Sambo," terangnya.