SuaraBandung.id - Wanita istimewa adalah mereka yang mempertahakan nilai dan harga diri.
Untuk mengukur itu, Dedi Mulyadi mengungkap filosofi wanita Sunda dimana harga dirinya terletak pada kancing pakaian.
Kancing adalah kunci yang pengikat pakaian wanita dalam menjaga harga diri dan kehormatan.
Jika wanita sudah memperlihatkan kancing yang terbuka, maka harga dirinya tengah dipertontonkan.
Bagi Dedi Mulyadi wanita Sunda yang sangat spesial adalah ibaratkan kancing yang mengikat pakaian.
Filosofi penuh makna dan arti dalam unggahan Dedi Mulyadi ini terkait dengan kehormatan seorang perempuan Sunda.
Kang Dedi Mulyadi sapaannya, mengatakan jika kehormatan seorang perempuan Sunda itu ibarat kancing.
Dijelaskan Dedi Mulyadi, jika kancing dalam satu pakaian itu sudah lepas, apalagi dilepaskan oleh tangan orang yang tidak berhak, maka kehormatannya akan ikut jatuh juga.
Lain halnya dengan kehormatan lelaki Sunda yang terletak atau diibaratkan dalam ikat kepala.
Kang Dedi Mulyadi menceritakan dan menjabarkan tentang filosofi wanita Sunda.
Dikatakan Dedi Mulyadi, dalam satu peribahasa “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”.
Kancing kata Dedi Mulyadi adalah simbol feminim atau kehormatan bagi seorang perempuan Sunda.
Sedangkan iket kepala adalah simbol kehormatan bagi lelaki Sunda, baik yang sudah berumah tangga maupun belum.
Kancing adalah perempuan, dimana mereka harus menjaga kehormatan secara pageuh atau kuat.
“Harus dikancingkan (kancing pada pakaian). Gak boleh itu benangnya lepas,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah dari akun KDM Chanel, dikutip pada Rabu (2/11/2022).