Ada KDRT! Tiga Fakta Alasan Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Satu Diantaranya Berdampak terhadap Psikologis Ambu hingga Sekarang

Suara Bandung Suara.Com
Rabu, 09 November 2022 | 19:00 WIB
Ada KDRT! Tiga Fakta Alasan Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Satu Diantaranya Berdampak terhadap Psikologis Ambu hingga Sekarang
Bupati Purwakarta Ambu Anne saat berpamitan sebelum menjalankan ibadah umroh (IG @anneratna82)

SuaraBandung.id - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika atau dikenal dengan sebuatan Ambu Anne,  akhirnya berani muncul dan mengungkapkan secara detail alasan dirinya menggugat cerai Dedi Mulyadi yang kini merupakan anggota DPR RI. Tiga fakta dibeberkannya kenapa ia sampai melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. 

Pada video yang diunggah channel Youtube detikcom Selasa 8 November 2022 itu, Ambu Anne bongkar semuanya. Disampaikannya ada tiga alasan kenapa dirinya memilih bercerai. 

Pertama, katanya, ada prilaku yang tidak sesuai harapan. “Sebelum menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ada prilaku dari beliau yang ga sesuai harapan, tapi masih bisa diterima. Karena kewajibannya dipenuhi,” jelas Ambu Anne. 

Namun, lanjutnya setelah menjadi Bupati Purwakarta kewajiban Dedi Mulyadi  selaku suami tidak dipenuhi. “Saya konsultasi dengan guru saya, itu melanggar daripada yang diharuskan oleh agama,’ ungkap Ambu Anne. 

Walaupun menurutnya, ia mampu dan bisa hidup mandiri terutama setelah menjabat Bupati Purwakarta. Namun seharusnya hal tersebut tidak menggugurkan kewajiba suami, terlebih saat itu suaminya bukanlah penggangguran, punya jabatan dan pengasilan juga. 

“Sudah pernah dibicarakan di internal bahkan staf saya jadi saksi, jadi kalaupun suami ngasih saya akan simpan uangnya ditabungan dan berapa pun diterima. Akan menjadi tabungan anak-anak tidak akan dipakai,” bebernya. 

“Pernah diobrolkan dan itu dalam Islam hal mendasar, cirinya suami punya tanggung jawab ya itu memenuhi kewajibannya,” tambah Anne. 

Kedua, papar Anne Ratna Mustika, sikap yang tidak baik yaitu lebih kepada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara psikologis ucapan kasar. 

“Omongan yang dilontarkan berdampak terhadap psikologis saya. Sering saya dulu tidak punya keberanian, sekarang saya merasa sudah cukup. Kalau ke anak itu bilangnya bahasa Sundanya ‘ngawarah’ atau mendidik supaya kejalan yang benar,” paparnya. 

Baca Juga: GOPAN Berharap Pemerintah Memperhatikan Para Peternak

Dan ketiga, sambung Ambu Anne, tidak terbuka tentang menejemen keungan dan dirinya tidak tahu menahu terkait penghasilan suaminya. 

“Bahkan, saya tidak tahu aset yang dimiliki suami, titiknya dimana saja. Kalau mau beli sesuatu nggak pernah ngomong, sampai sekarang,” papar Anne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI