bandung

Tiba-Tiba Pengacara Brigadir J Singgung Cabut Surat Kuasa dan Berharap Turun Penyelamat: Apakah Saya Besok Masih Bisa Bernafas?

Suara Bandung Suara.Com
Selasa, 15 November 2022 | 06:46 WIB
Tiba-Tiba Pengacara Brigadir J Singgung Cabut Surat Kuasa dan Berharap Turun Penyelamat: Apakah Saya Besok Masih Bisa Bernafas?
Nota Keberatan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ditolak Hakim. Disadari Martin, termasuk ketika ia menerima kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo ini, maka berbagai risiko harus diminimalisir. (PMJ News/ Fajar)

SuaraBandung.id - Suasana batin para pengacara Brigadir J rupanya belum selesai meski kasus dugaan pembunuhan berencana yang diduga diotaki Ferdy Sambo disidangkan di pengadilan.

Rupanya semakin hari sidang itu digelar, selalu saja ada halangan berapa serangan dan ancaman yang dialami Ferdy Sambo.

Terlebih ketika di awal-awal mereka tampil ke muka membawa bendera perang melawan Ferdy Sambo atas nama tegaknya keadilan.

Satu di antara Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak akhirnya buka-bukaan.

Dia membongkar semua yang dialami mengenai perasaan dan perjalanannya dalam menghadapi kasus hukum kliennya.

Dilihat Suara.com di program Newsmaker di kanal YouTube medcom id, Martin sadar jika semua pekerjaan memiliki risiko, termasuk dirinya.

Disadari Martin, termasuk ketika ia menerima kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo ini, maka berbagai risiko harus diminimalisir lantaran akan selalu saja ada yang mencoba mengganggu.

Martin mengaku dirinya bukan manusia super pemberani melawan jenderal bintang dua.

"Ketika saya menerima kasus ini, saya juga dalam pergumulan, bukannya kita seperti manusia super yang nggak ada takutnya," kata dia.

Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara! Indra Kenz Bakal Ajukan Banding

Kamaruddin Simanjuntak, ungkap Putri Candrawathi terlibat dalam penembakan Brigadir J.(Suara.com/Rakha)
Kamaruddin Simanjuntak, ungkap Putri Candrawathi terlibat dalam penembakan Brigadir J.(Suara.com/Rakha) (sumber:)

Akan tetapi, Martin mengatakan jika semua langkah yang dilakukannya sudah sangat penuh perhitungan. 

"Tetap saya pertimbangkan matang-matang," ujarnya, dikutip pada Senin (14/11/2022).

Rupanya kekhawatiran dan perhitungan Martin benar-benar terjadi.

Serangan yang diterima oleh Martin dan tim kuasa hukum lainnya sangat beragam. 

Saking banyaknya ancaman yang dihadapi, Martin berkata jika kemungkinan dirinya tidak selamat keesokan harinya.

Bukan soal ancaman yang mencam jiwa, Martin pun dibunuh secara karakter oleh para buzzer yang sejak awal sudah dipasang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI