Kemudian Mpok Atiek mendapat pertanyaan dari Raffi Ahmad yang menjadi host program tersebut, jika pernah berjualan es kelapa.
"Eh (jual) es kelapa. Kelapa waktu itu, iya kan?" kata Raffi Ahmad bertanya pada Mpok Atiek.
"Iya (jual es kelapa), terus cincau, jahe, macem-macem deh pokoknya," kata Mpok Atiek menjawab.
Bahkan Mpok Atiek pernah meminta pekerjaan pada temannya untuk jadi juru cuci piring di sebuah kafe.
"Gue telepon temen yang punya kafe," katanya.
"Gue ikut kerja dong, kerja apapun gue mau," ucap Mpok Atiek.
"Cuci piring boleh, mau masak, apa aja deh," ungkap Mpok Atiek mengisahkan.
Setelah itu Mpok Atiek naik 'jabatan' lantaran dipercaya. Mpok Atiek Akhirnya 'menjabat' sebagai pelayanan di kafe milik temannya itu.
"Ceritanya (setelah jadi cuci piring) jadi pelayanan, terus penyanyi (kafe) libur," katanya.
Baca Juga: Peringkat Daya Saing Indonesia Kian Memburuk, Standarisasi Produk Jadi Sorotan
"Terus aku disuruh nyanyi, dari situ kariernya," kata Mpok Atiek.
Mpok Atiek yang dikenal memiliki suara khas ini mendapat pujian dari pemilik kafe dan pengunjung.
Dari sana hasil kerja kerasnya, mengantarkan sang anak pada pendidikan S1 di kampus-kampus kenamaan seperti UI.
Mpok Atiek yang selama 21 memilih menjanda, sama sekali tidak pernah merasa berat.
"Meski sudah 21 tahun sendiri, hebatnya Mpok Atiek ini anak-anaknya ada yang lulusan S1 IPB, ada yang lulusan UI," kata Raffi. (*)