Peringkat Daya Saing Indonesia Kian Memburuk, Standarisasi Produk Jadi Sorotan

Minggu, 04 Desember 2022 | 08:27 WIB
Peringkat Daya Saing Indonesia Kian Memburuk, Standarisasi Produk Jadi Sorotan
Peruri memiliki komitmen untuk melakukan transformasi digital. (Dok: Peruri)

Suara.com - Indonesia perlu membuat lebih banyak standar nasional produk-produk dalam negeri guna meningkatkan daya saing ekonomi secara internasional.

Terlebih, saat ini peringkat daya saing Indonesia terus melorot. Pada tahun 2018, daya saing Indonesia berada di peringkat 43, lalu meningkat menjadi 32 pada tahun 2019.

Pada 2020, daya saing Indonesia kembali merosot di peringkat 40, sebelum akhirnya naik lagi ke posisi 37 di tahun 2021. Kemudian di tahun 2022 ini tingkat daya saing Indonesia kembali turun ke posisi 44.

Direktur Operasi Peruri, Saiful Bahri mengatakan demi keberlanjutan bisnis perusahaan dirinya menyebut standardisasi menjadi suatu hal yang penting, mulai dari proses bisnis maupun kualitas produk yang memerlukan dukungan standar. 

"Apalagi pada 2023 diprediksi akan terjadi tantangan besar akibat perekonomian global yang tidak kunjung membaik, sehingga komitmen untuk menerapkan SNI adalah salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan," kata Saiful dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Ia menyebut, hingga saat ini Peruri selalu meningkatkan kinerja perusahaan dan menerapkan SNI secara konsisten agar dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional. 

"Salah satu komitmen Peruri untuk menjaga kualitas mutu layanan adalah dengan mensyaratkan seluruh vendor untuk menerapkan dan memiliki sertifikasi standar-standar tertentu,” tambah Saiful.

Hal ini dibuktikan adanya penghargaan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan peringkat perunggu untuk kategori Organisasi Besar Jasa bagi Peruri. 

Sementara itu, Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mengatakan saat ini hal yang perlu dilakukan agar peringkat daya saing Indonesia kembali naik adalah dengan cara meningkatkan standarisasi produk yang dihasilkan oleh setiap perusahaan di tanah air.

Baca Juga: Pelaku UMKM Ternyata Masih Banyak yang Belum Lakukan Digitalisasi Usaha Mereka

"BSN sangat berkepentingan untuk mendorong perusahaan dan organisasi untuk menerapkan SNI. Pasalnya, tantangan bagi perusahaan dan organisasi ke depan semakin tinggi. Peningkatan kualitas produk melalui SNI menjadi keniscayaan,” kata Kukuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI