SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi akhir-akhir ini mengaku banyak masyarakat dan netizen yang tak suka dan mengganggap apa yang dilakukannya tak berfaedah saat ikut mengurusi sejoli warga Kabupaten Purwakarta yang gagal menikah gara-gara mahar.
Meski dirinya banyak dikomplen, namun Kang Dedi Mulyadi tak menghiraukan, bahkan sebaliknya ia semakin ‘dekat’ dengan Yessy.
“Banyak yang komplen kenapa ngangkat konten Yessy dan dinilai tidak berfaedah. Tapi bagi saya justru sebaliknya, jangan dijauhi. Karena orang sempurna itu orang yang mau merubah kesalahannya,” kata Kang Dedi dalam tayangan di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah Rabu 14 Desember 2022.
Tentunya, dekat disini Kang Dedi banyak memberikan wejangan yang dibutuhkan oleh seorang perempuan untuk menjadi lebih baik.
Dipertemuan terakhirnya beberapa waktu lalu dengan Yessy, Kang Dedi terus memberikan motivasi agar dia bisa bersemangat menjalani hidup dan meraih masa depan yang lebih baik.
Terlebih untuk urusan bangun pagi, yang menurut Kang Dedi itu menjadi bagian penting jika ingin sukses. Yessy mendapatkan semangat dan alasan agar lebih bisa memenej waktu dengan baik.
“Nah kemarin kan saya kritik Yessy untuk masalah bangun pagi, karena rezeki itu tergantung bangun. Kalau bangunnya pagi rezekinya juga biasanya jauh lebih baik, kalau bangunnya terlalu siang rezekinya juga ga bagus. Dan seringkali kalau bangun siang, kerap ada masalah,” kata Kang dedi kepada Yessy agar bisa merubah kebiasaannya
“Biasa kamu bangun jam berapa?” tanya Kang Dedi.
“Jam 7,” jawab Yessy seraya tersenyum malu.
Baca Juga: Tolak KUHP Baru, Massa Mahasiswa Geruduk Gedung DPR RI Sore Ini
Yessy pun merasa termotivasi dengan kehadiran dan sejumlah wejangan yang diberikan Kang Dedi Mulyadi. Kini ia bersiap kembali bekerja dan membuka hati untuk calon suaminya di masa akan datang.
Disamping itu, Kang Dedi Mulyadi juga memberikan saran agar Yessy mau memperluas ruang lingkupnya, jangan hanya bertahan bekerja didesa saja.
“Ruang lingkup pergaulan harus diperluas agar bisa bertemu dengan orang yang lebih visioner, orang sukses, pekerja keras. Kalau hanya berkutat di satu titik tidak akan berkembang. Harus berani berspekulasi, berani keluar dari zona nyaman,” ucap Dedi.
“Paling utama nanti harus cari laki-laki mandiri yang tidak bergantung pada orangtuanya,” tandas Kang Dedi Mulyadi.