SuaraBandung.id - Beranjak dari keresahan "korban masalah sampah juga" Pandawara Group ungkapkan tempat tinggal mereka sering terdampak banjir sejak dulu.
Jengah dengan hal tersebut lima sekawan Gilang (22), Rafly (22), Agung (22), Rifki (22), dan Ikhsan (21) asal Bandung selatan, Kopo, kompak lakukan inisiasi bersih-bersih sampah di sungai.
Tampil beda di tengah mayoritas unggahan anak muda jaman sekarang, Pandawara Group viral lewat unggahan dokumentasi mereka kala membersihkan sungai dari sampah-sampah menumpuk.
Bahkan salah satu unggahan mereka di media sosial TikTok telah mencapai 76,2 juta penonton sampai hari ini dilihat Selasa (24/1/2023). Hal ini juga menjadi sorotan youtuber kawakan asal Amerika, Mr. Beast.
Saat ditanya Densu di kanal youtube milik pribadinya
"Waktu kalian bersihkan disekitaran rumah kalian, banjirnya berkurang?"
"Tidak sama sekali" jawaban Gilang disusul candaan Denny "lha sia-sia dong? Udah berenti aja." yang mengundang gelak tawa seisi studio.
Pandawara Group ungkapkan pentingnya kesadaran masyarakat sebab
"sebanyak apapun sampah yang kita bersihkan mungkin dalam waktu dekat gak akan pernah beres kalo kesadaran masyarakat tetap kurang" jelas Gilang personel Pandawara Group.
Lanjut Pandawara ungkapkan sampah sungai di daerah mereka adalah kiriman dari sampah sungai daerah lain,
"Misal kita datang ke sungai B, trus warga di sungai B tuh bilang ini sampah kiriman sungai A. Kita datangi sungai A, kita coba cari tahu kenapa warga sungai A buang sampah ke sungai dan jawaban mereka sama kayak dari sungai B, akhirnya malah jadi saling menyalahkan".
Hal ini yang akhirnya membuat Pandawara tak tanggung untuk menyusuri beberapa sungai di berbagai tempat.
Tercatat sudah 80 titik termasuk sungai besar, saluran air, parit atau got yang sudah Pandawara bersihkan selama hampir satu tahun.
Menggunakan peralatan sederhana hasil dari dana patungan uang pribadi. Ungkap Pandawara
"400 ribu itu perorang, jadi kita nantinya dikolektif beli trashbag, glove (sarung tangan), biaya angkut ke tps dan sewa mobil pick up, bensin, sampai konsumsi"
Kegiatan penuh resiko ini ternyata pernah mengancam keselamatan mereka.
Salah satu personel Pandawara pernah nyaris hanyut saat melakukan rutinitas tersebut.
"Ini nih, Rizky ampir hanyut. Kita telat naik dikit 10 detik dia meninggal" kata seluruh Pandawara.
Gilang bercerita saat bersih-bersih di tepi benteng sungai setinggi tiga meter, cuaca sedang gerimis. Ternyata di daerah lain dari aliran sungai tersebut sedang terjadi hujan deras, sontak tiba-tiba mereka dihampiri air bah setinggi dua meter.
"Rizky lagi benerin kain di kakinya, dia kelilit 5 kain ditembok, sedangkan air naik-naik dikit , trus ada gelombang 2 meter. Itu kalo telat angkat 10 detik udah abis"
Pungkas Densu bertanya "Pandawara ini endingnya mau ke arah mana?"
"Endingnya kita akan berhenti buat bikin konten kalo udah kehabisan bahan buat bikin konten." Jawab Pandawara,
"2030 kita pengen Indonesia zero waste, BUMN kemaren hubungin kita buat bikin campaign itu" tandas Gilang memperjelas.
"Trus siapa lagi?" lanjut Densu
"Pak RK sendiri tapi untuk jangkauan Jawa barat, sama kita diundang Ibu Siti Nurbaya Menteri lingkungan hidup".
Terakhir Pandawara sampaikan slogan mereka "jangan saling menyalahkan ini hanya masalah kesadaran." (*)