SuaraBanding.id – All England Championship adalah salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia.
Setiap tahun, para pemain terbaik dari seluruh dunia bersaing di Inggris untuk memperebutkan gelar juara All England.
Kejuaraan All England dianggap turnamen bulutangkis paling tua karena telah ada sejak tahun 1899.
Namun, tahukah kalian ada fakta menarik menjelang final All England tahun ini? Simak ulasan berikut ini:
1. Digelar pada musim dingin
Bagi sebagian pemain, cuaca dingin merupakan tantangan tersendiri bagi mereka.
Para pemain harus mampu beradaptasi dengan suhu setempat dan melakukan pemanasan lebih banyak dari biasanya.
Hal ini diungakap oleh pemain ganda putra Indonesia,"Dengan cuaca seperti ini memang pemanasannya yang harus diperbanyak. Jadi, ketika masuk lapangan sudah benar-benar panas dan siap," ujar Hendra.
Gregoria MT., menambahkan, "hari ini (cuacanya) lagi lumayan dingin dan berangin, terus tadi juga turun hujan," ungkap pemain tunggal putri Indonesia itu, saat uji coba lapangan utama di Utilita Arena, Birmingham (14/3/2023).
Baca Juga: Bicara Di HUT UU Desa, Megawati: Masyarakat Tak Perlu Teriak-teriak, Kalian Cuma Dijadikan Wayang
2. Hanya 3 negara di partai final
Hanya 3 negara yang mampu mengamankan tiket final All England 2023
Pertama, Korea Selatan. Negara ini meloloskan pasangan Kim So Yeong/Kong Hee Yong dan Baek Ha Na/Lee So Hee (ganda putri) , Seo Soung Jae/Cae Yu Jung (ganda campuran), dan An Se Young (tunggal putri)
Kedua, China. Menempatkan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (ganda campuran), Chen Yu Fei (tunggal putri), Li Shi Feng dan Shi Yu Qi (tunggal putra). Ketiga, Indonesia, diwakili oleh Fajar Alfian/Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra)
3. Tidak ada juara bertahan di partai final
Tidak ada satu pun peraih medali emas di All England 2022 yang melaju ke babak final All England tahun ini.