Lantas dia menyebut, selain dua contoh lain, banyak kasus serupa yang awalnya viral di media sosial tentang ancaman, lalu benar-benar terjadi dilakukan.
Melalui stigma buruk terhadap individu maupun kelompok target, maka itu akan menjadi sebuah melegitimasi kekerasan, serta merekrut calon-calon pelaku.
Penyandang gelar MCrim dari University of Melbourne Australia itu lalu tegas mengatakan, polisi wajib mengambil langkah tegas.
Hal itu penting dilakukan untuk menginterupsi kekerasan di media sosial yang dapat bereskalasi menjadi kekerasan di dunia nyata. (*)