SUARA BANDUNG - Viral video parodi Point of View (POV) jamaah Ponpes Al Zaytun Indramayu pulan ke rumah.
Kocak, video parodi tersebut terlihat menyindir ajaran nyeleneh Ponpes Al Zaytun Indramayu yang akhir-akhir ini viral.
Dalam video parodi itu memperlihatkan seolah seorang anak yang nyantri di Ponpes Al Zaytun Indramayu dan kembali bertemu orang tuanya di rumah.
Setelah dibukakan pintu oleh orang tuanya, si anak yang ceritanya sudah mondok di Ponpes Al Zaytun selama 3 tahun lantas ditanya terkait hafalan Al Quran.
"Al Quran, nggak wajib dihafal. Al Quran kan karangan nabi. Jadi hadist itu Al Quran," jawab si pemeran anak, seperti dikutip dari akun TikTok Nama bapak gue Zul Bahri, Selasa (27/6/2023).
Setelah ditanyai terkait mazhab, si anak justru menjawab mazhab yang dianuat adalah Soekarno.
Lantas si anak juga menyarankan orang tuanya untuk naik haji tak jauh-jauh ke Mekkah, melainkan ke Indramayu.
Saat diajak solat, terjadi beberapa perbedatan lain. Di antaranya, si anak memaksa ibunya untuk jadi imam, namun orang tuanya menolak.
Karena sama-sama kekeh terhadap ajaran islam yang dianut masing-masing, ketiganya berniat untuk sholat berjamaah di masjid.
Akan tetapi si anak justru mempermasalahkan shaf sholat saat berjamaah di masjid.
"Tapi shafnya ada nih semeter-semeter, biar nggak bau badan?," kata si anak.
Ayahnya pun mengatakan bahwa sunnah sholat itu dengan shaf yang rapat, serta disunnahkannya memakai wewangian bagi para muslim.
Akhirnya si anak justru pergi dari rumah dan pamit akan pergi dugem. Orang tuanya pun marah dan mempersilakan anak mereka pergi dari rumah karena dinilai sesat.
"Havenu shaloom aleichem...," nyanyi si anak sembari berjalan pergi. (*)