Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk
Ilustrasi bayi (Pixabay)
baca 10 detik
  • Polisi Austria menangkap tersangka penyabotase makanan bayi bermerek HiPP dengan racun tikus.

  • Motif utama pelaku adalah melakukan pemerasan terhadap perusahaan melalui ancaman kontaminasi produk.

  • Sebanyak lima botol makanan bayi terkontaminasi berhasil disita sebelum dikonsumsi oleh publik.

Suara.com - Teror ancaman kesehatan publik melalui kontaminasi zat berbahaya pada produk nutrisi anak di Austria resmi berakhir setelah aparat keamanan membekuk terduga pelaku.

Pihak kepolisian berhasil mengamankan seorang pria berusia 39 tahun di wilayah Salzburg yang diduga kuat menjadi otak di balik penyebaran racun tikus dalam kemasan makanan bayi.

Dikutip dari Skynews, aksi sabotase ini menyasar produk bermerek HiPP di jaringan ritel besar yang sempat memicu kepanikan massal dan penarikan barang secara besar-besaran di Eropa Tengah.

Ilustras tikus hama pertanian. [Istimewa]
Ilustras tikus hama pertanian. [Istimewa]

Penangkapan tersebut menjadi titik terang setelah penyelidikan intensif dilakukan menyusul laporan temuan zat asing pada jar makanan bayi di Kota Eisenstadt.

Langkah hukum tegas kini diambil untuk mengusut motif di balik tindakan nekat yang membahayakan keselamatan balita tersebut.

Penyidikan mengungkapkan bahwa produsen makanan bayi HiPP menjadi target utama dalam skema kriminal bermodus pemerasan ini.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka menerima ancaman melalui pesan elektronik yang dikirimkan oleh oknum tidak bertanggung jawab ke kotak surat bersama milik mereka.

Ilustrasi bayi baru lahir. [Freepik]
Ilustrasi bayi baru lahir. [Freepik]

"HiPP menyatakan bahwa mereka telah menjadi korban pemerasan," dan segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Manajemen HiPP mengaku merasa sangat tenang dengan keberhasilan polisi meringkus tersangka sebelum dampak lebih luas terjadi pada masyarakat.

baca juga

"Sangat lega," ungkap pihak HiPP dalam pernyataan resminya menyusul kabar penangkapan sang eksekutor sabotase tersebut di wilayah barat Austria.

Sebagai bentuk antisipasi dini, perusahaan sempat menarik seluruh stok makanan bayi mereka yang dipasarkan melalui jaringan supermarket SPAR di Austria.

Langkah protektif ini juga diikuti oleh distributor di negara tetangga seperti Republik Ceko dan Slovakia guna memastikan keamanan rantai konsumsi publik.

Polisi mengidentifikasi bahwa sabotase dilakukan pada kemasan 190 gram varian wortel dan kentang yang ditujukan bagi bayi usia lima bulan.

Terdapat lima botol yang terbukti telah dirusak isinya namun berhasil disita oleh petugas keamanan sebelum sempat dikonsumsi oleh pelanggan.

HiPP menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan faktor eksternal dan bukan disebabkan oleh kegagalan sistem produksi atau kontrol kualitas di pabrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB

Timnas Portugal U-17 Raih Gelar Perdana di Piala Dunia U-17 2025

Timnas Portugal U-17 Raih Gelar Perdana di Piala Dunia U-17 2025

Bola | Jum'at, 28 November 2025 | 10:21 WIB

Terkini

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 20:06 WIB

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:55 WIB

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:53 WIB

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Bola | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

News | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

×