SUARA BANDUNG - Cerita di balik kesuksesan Putri Ariani yang penuh haru, diungkap oleh ayahandanya, Ismawan Kurnianto.
Di depan Maia Estianty, Ismawan menceritakan bahwa Putri Ariani sudah pernah mengalami gagal operasi mata di Singapura semasa bayi.
Kala itu, Isamawan dan istri mengupayakan segala cara untuk kesembuhan Putri Ariani, usai keluar dari inkubator. Mereka membawa Putri Ariani ke Singapura untuk operasi mata, namun gagal.
Tak pantang menyerah, kedua orang tua Putri Ariani tetap berharap suatu saat ada pengobatan yang bisa mengembalikan penglihatan si anak, hingga mempersiapkan untuk biayanya.
Akan tetapi, lambat laun, ternyata harapan itu seolah tak pernah kunjung datang. Sampai pada usia Putri menginjak 3 tahun.
Putri Ariani kecil, nampak tumbuh lebih dewasa daripada balita seumurannya. Terbukti, di usia 3 tahun itu, Putri justru mengatakan hal tak terduga kepada orang tuanya.
"'Pah, Putri kan nggak kenapa-kenapa, Putri nggak sakit. Putri udah nyaman kok dengan kondisi seperti ini', saya sama mamahnya langsung, oke di usia 3 tahun dia udah bisa ngomong kayak gitu," ungkap Ismawan pada Maia Estianty, dikutip dari kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Jumat (7/7/2023).
Sejak saat itu, pembiayaan yang disiapkan untuk pengobatan si anak, dialihkan oleh ke bidang pendidikan untuk Putri oleh kedua orang tuanya.
Sebab, bagi Ismawan dan Reny, pendidikan adalah hal penting yang harus didapatkan si anak, tanpa melihat segala keterbatasan pelantun lagu Loneliness tersebut.
Bahkan, ia juga menambahkan, selalu mendidikan ketiga anaknya untuk selalu bertanggung jawab dengan segala pilihannya yang sekuat tenaga akan didukung oleh kedua orang tua. (*)