Kebangkitan? Inilah Perbedaan Nasib Perempuan Sebelum dan Sesudah Islam Datang

Suara Bandung

Senin, 31 Juli 2023 | 10:00 WIB
Kebangkitan? Inilah Perbedaan Nasib Perempuan Sebelum dan Sesudah Islam Datang
Nasib perempuan pra islam dan pasca islam datang, perempuan bangkit. Pixabay/isabellaquintana. (Pixabay/isabellaquintana)

SUARA BANDUNG – Perempuan hingga saat ini tidak pernah berhenti memperjuangkan hak-hak mereka demi tercapainya keadilan gender.

Pada zaman sekarang, dalam bidang apapun itu, kehadiran perempuan sangat dibutuhkan. Perannya menjadi penting dan kontribusinya layak diperhitungkan.

Berdasarkan sejarah bagaimana nasib perempuan sebelum dan sesudah islam datang, memberikan gambaran bahwa perempuan perlu terus berjuang agar keadilan selalu ada.

Sebelum islam datang, nasib perempuan sangatlah buruk. Ketika masa itu perempuan sama sekali tidak memiliki harga diri dan mendapatkan perlakuan yang tidak mencerminkan kemanusiaan.

Pada masa sebelum islam datang, bayi perempuan dikubur hidup-hidup, bagaimana perempuan dipaksa kawin sebelum menstruasi, saat itu hubungan seksual menjadi kewajiban dari istri, poligami yang tak terbatas, istri banyak dipukuli, dituduh zinah hanya bisa dibenarkan.

Lalu bagaimana anak perempuan tidak diinginkan sementara anak laki-laki lebih diutamakan.

Namun, setelah islam datang terjadi banyak perubahan dalam mempelakukan perempuan.

Bagaimana larangan mengubur bayi perempuan yang masih hidup, hubungan seksual tidak lagi hanya menjadi kewajiban istri tetapi kewajiban dari suami, pembatasan poligami, larangan memukul istri, dan lain-lain.

Namun, memang sampai saat ini masih terjadi praktik kejahiliyahan (kebodohan), seperti masih banyak ditemukannya bayi yang dibuang dan dikubur secara hidup-hidup, yang ditemukan di tempat sampah, di mesjid dan tempat lainnya.

baca juga

Pernikahan anak yang puncaknya terjadi pada masa pandemi covid-19, salah satu penyebanya karena orang tua yang sudah tidak bisa membiayai anak-anaknya sekolah sehingga memutuskan untuk menikahkan mereka, hingga mereka menyesali sendiri hal tersebut.

Terdapat juga banyak berita tentang bagaimana suami menganiaya istrinya sendiri dengan sadis, pembunuhan hingga kekerasan terhadap istri.

Bahkan poligami yang dilakukan diam-diam oleh suami setelah belasan tahun menikah.

Fakta-fakta tersebutlah yang mengharuskan perempuan untuk bisa tetap bangkit, melawan ketertindasan, dan ketidakadilan yang terjadi.

Fakta sejarah perjuangan perempuan harus menjadi pemicu semangat bagi perempuan masa kini untuk terus berjuang lagi dan lagi, berdiri di kaki sendiri, untuk mendapatkan keadilan. (*/Alina)

Sumber: Survey Pribadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HARAM! Anak Perempuan Menolak Perintah Ayah Ketika Sudah Menikah, Begini Penjelasan Buya Yahya

HARAM! Anak Perempuan Menolak Perintah Ayah Ketika Sudah Menikah, Begini Penjelasan Buya Yahya

Bandung | Sabtu, 29 Juli 2023 | 17:45 WIB

Non Muslim yang Makan Kerupuk Babi Harus Dijadikan Pelanggan? Buya Yahya: Perilaku Akhlaq Jual Belinya yang Indah

Non Muslim yang Makan Kerupuk Babi Harus Dijadikan Pelanggan? Buya Yahya: Perilaku Akhlaq Jual Belinya yang Indah

Bandung | Senin, 24 Juli 2023 | 14:22 WIB

Benarkah Anak Perempuan Tidak Wajib Membahagiakan Orang Tua setelah Menikah? Ini Kata Buya Yahya

Benarkah Anak Perempuan Tidak Wajib Membahagiakan Orang Tua setelah Menikah? Ini Kata Buya Yahya

Bandung | Jum'at, 21 Juli 2023 | 21:15 WIB

Terkini

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:41 WIB

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

×