Kabupaten Paling Sepi di Jawa Barat, Berjarak 205 Km dari Bandung, Bak Kota Mati?

Suara Bandung

Rabu, 02 Agustus 2023 | 09:00 WIB
Kabupaten Paling Sepi di Jawa Barat, Berjarak 205 Km dari Bandung, Bak Kota Mati?
Ilustrasi Kabupaten tersepi di Jawa Barat yang jaraknya 205 km dari Bandung. (Pexels/Erik McLean)

SUARA BANDUNG - Provinsi Jawa Barat terdapat 17 Kabupaten dan 9 Kota sesuai dari data Jabarprov.go.id. Ternyata di sana ada Kabupaten paling sepi.

Dengan jumlah total penduduk Jawa Barat yang mencapai 49.316.712 jiwa orang, berdasarkan data  Badan Pusat Stastisik (BPS) 2019. Tentu mereka tersebar luas di beberapa Kabupaten.

Meski demikian, setiap Kabupaten memiliki perbandingan jumlah penduduk yang berbeda-beda. Ada yang ramai dan sepi.

Dan di Provinsi Jawa Barat, sejumlah Kabupaten seakan kekurangan penduduk, lantaran cukup sepi dibanding Kota lainnya.

Lantas Kabupaten mana yang paling sepi di Jawa Barat? Dikutip dari data BPS 2019, berikut rangkumannya.

Kabupaten Ciamis menempati urutan ke-5, di sana terbentang 27 Kecamatan dengan 258 desa berjajar.

Jumlah penduduk Ciamis hanya berkisar di angka 1.195.176 jiwa saja. Hal tersebut menyebabkan Ciamis salah satu Kabupaten tersepi di Jawa Barat dengan luas wilayah 1.415 Km2.

Urutan ke-4 adalah Kabupaten Sumedang, ada 26 Kecamatan serta 270 desa. Wilayah tersebut diisi oleh 1.152.400 jiwa penduduk.

Ternyata Sumedang lebih sepi dari Ciamis jika dilihat dari jumlah penduduk yang ada di BPS. Luas wilayah Sumedang 1.518 Km2

Kabupaten Kuningan menjadi kota tersepi ke-3 di Jawa Barat, daerah yang dekat dengan Jawa Tengah ini memiliki bentang wilayah 1.110 km2.

Penduduk Kuningan yakni sebanyak 1.080.804 jiwa, menjadi wilayah tersepi ke-3 di Jawa Barat.

Urutan ke-2 adalah Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari 17 Kecamatan dan 133 desa jadi wilayah tersepi di Jawa Barat.

Penduduk di Kabupaten Purwakarta hanya 962.893 jiwa.

Dan yang sangat paling sepi di Jawa Barat adalah Kabupaten Pangandaran, hanya memiliki 399.284 jiwa.

Luas wilayahnya 1.680 Km2, di Pangandaran terdiri dari 10 Kecamatan dan 93 desa.

Jarak Pangandaran dari Bandung kurang lebih adalah 205 Km. Meski menyandang Kabupaten tersepi, Pangandaran tidak seperti Kota mati, sejumlah aktivitas warga terpantau ramai di sana.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Breaking News! Pria di Kota Cimahi Bakar Rumah Mertua, Pelaku Melawan Saat Akan Ditangkap

Breaking News! Pria di Kota Cimahi Bakar Rumah Mertua, Pelaku Melawan Saat Akan Ditangkap

Jabar | Rabu, 02 Agustus 2023 | 06:43 WIB

Kerap Diisi Pemain Legendaris, Ini Daftar Pemilik Nomor Punggung 15 di Persib Bandung Sebelum Levy Madinda

Kerap Diisi Pemain Legendaris, Ini Daftar Pemilik Nomor Punggung 15 di Persib Bandung Sebelum Levy Madinda

Bola | Selasa, 01 Agustus 2023 | 22:32 WIB

Profil Putra Sheva Sanggasi, Kiper 19 Tahun yang Promosi ke Tim Utama Persib

Profil Putra Sheva Sanggasi, Kiper 19 Tahun yang Promosi ke Tim Utama Persib

Bola | Selasa, 01 Agustus 2023 | 21:05 WIB

Terkini

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:07 WIB

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:34 WIB

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:26 WIB

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

Sport | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB