SuaraBandungBarat.Id - Mestinya menjadi anggota dewan, sikap dan perbuatannya mencerminkan serta mewakili keluhan rakyat.
Namun, Wakil Ketua Anggota DPRD Depok bernama Tajudin Tabri menjadi sorotan karena videonya yang viral.
Ia nampak terlihat sedang menghukum sopir truk di jalan dengan menyuruhnya push up dan berguling-guling. Bahkan terlihat kakinya diduga menimpa punggung sang sopir truk.
Berikut adalah profil Tajudin Tabri yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber.
Bernama lengkap Tajudin Tabri lahir pada tanggal 1 Juni 1967. Dirinya kini telah berusia 55 tahun.
Ia merupakan lulusan fakultas hukum yang menyandang gelar S.H. Dia menjadi anggota DPRD untuk periode 2019 hingga 2024.
Kini ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Depok dari fraksi partai Golkar. Ia tinggal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.
Dari postingan akun Instagramnya, ia memiliki seorang istri dan dua anak perempuan.
Namun, Tajudin Tabri telah kehilangan anak sulungnya yang bernama Novi Astrid di tahun 2015 lalu.
Hingga berita ini diturunkan, Tajudin telah meminta maaf. Dia mengakui hal tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.
Tajudin menjelaskan kejadian yang berlangsung di Jalan Krukut, Kelurahan Limo itu berdasarkan rasa kesalnya karena kerap mendapat laporan dari warga.
Laporan warga menyebut truk yang melintas di lokasi tersebut sering menyebabkan kemacetan panjang.
Tajudin mengaku kesal dengan sopir truk yang sudah lebih dari satu kali melintas di lokasi dan nyangkut di pipa gas. Kejadian itu lah yang menurutnya menyebabkan kemacetan panjang.
“Kenapa demikian (saya marah), karena ini kejadian sudah yang ketiga kali. Ketika kejadian kedua saya juga turun (ke lokasi),” kata Tajudin, Sabtu (24/9/2022).
Dia merasa perlu bersikap tegas sebagai rasa tanggung jawabnya selaku anggota dewan. Karena warga sekitar juga sudah merasa resah dengan truk yang sudah berkali-kali lewat.
“Pada kejadian saya ada grup WA (warga), nah di situ warga sampai bilang ini kerjaan dewan ngapain saja, sampai kejadian dua kali. Padahal ini kan bukan tupoksi saya. Tapi karena saya juga merasa terusik, akhirnya saya turun dan diperbaiki lah dengan surat pernyataan mereka (sopir truk) tidak akan mengulangi lagi,” katanya.
Peristiwa truk nyangkut portal ini sudah tiga kali terjadi. Kebetulan siang tadi (kemarin), Tajudin baru dinas dari Tangerang Selatan dan dihubungi warga yang melaporkan adanya truk nyangkut lagi di lokasi. Warga tidak ada yang berani menegur sopir.
“Akhirnya saya spontan pada kejadian yang ketiga ini, saya memuncak emosinya. Tapi saya mohon maaf tadi sudah ketemu juga dengan pihak tol, mediasi. Sekali lagi saya didasari pada kejadian yang berulang-ulang, kalau baru sekali saya enggak akan seperti itu,” ujarnya.
Dia mengaku aksinya tersebut dilakukan karena desakan warga dan bukan karena dirinya arogan.
“Iya, kalau bukan desakan warga saya enggak tahu. Ini kan saya ditelepon masyarakat, katanya Pak Dewan ini lewat lagi (truknya),” ujarnya.
Dia pun membantah kakinya sampai menginjak kepala sopir truk tersebut.
“Saya emosi bang. Tapi itu enggak diinjak bang, baru gini (mengangkat kaki). Tapi saya suruh guling dan push up, maksudnya untuk efek jera saja. Tapi kalau memang menurut masyarakat saya yang sudah viral itu, saya mohon maaf. Itu didasari dorongan masyarakat agar saya ada tindakan terhadap sopir-sopir yang tidak mengindahkan itu (pipa gas),” tutupnya.
Sumber: suara.com