Kanjuruhan, Kerajaan yang Jadi Nama Stadion, Satu Zaman dengan Tarumanagara

bandungbarat Suara.Com
Minggu, 09 Oktober 2022 | 17:08 WIB
Kanjuruhan, Kerajaan yang Jadi Nama Stadion, Satu Zaman dengan Tarumanagara
Stadion Kanjuruhan (ANTARA/Vicki Febrianto)

SuaraBandungBarat.Id - Tragedi Kanjuruhan kini dikenang sebagai peristiwa kerusuhan dengan korban terbanyak sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

Ratusan penonton meregang nyawa akibat berdesak-desakan dipintu keluar stadion buntut dari penembakan gas air mata.

Tragedi tersebut menjadi sorotan nasional hingga dunia. Kepala negara, raja, artis, AFC hingga FIFA memberikan ucapan bela sungkawa.

Tahukah kita, bahwa Kanjuruhan dulunya merupakan nama kerajaan? Ya, Kerajaan Kanjuruhan terletak di Malang, Jawa Timur.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. 

Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi, masih sezaman dengan Kerajaan Tarumanagara di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang. 

Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Karangbesuki.

Raja terkenalnya bernama Gajayana. Sang Liswa dari Kanjuruhan atau dikenal dengan gelar Gajayanalingga Jagatnata atau Gajayana saja.

Ia adalah seorang raja dari Kerajaan Kanjuruhan yang sangat dicintai oleh para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketenteraman di seluruh negeri.

Baca Juga: Kecelakaan Motor dan Mobil di Surade, Pedagang Bakso Cuanki Tewas

Gajayana berkuasa selama 29 tahun (760-789). Gajayana beristrikan Dewi Setrawati, anak pribumi desa Kanjuruhan. 

Di desa itu Gajayana mendirikan istana dan sejak itu pusat pemerintahan pindah ke Kanjuruhan.

Gajayana memiliki putri bernama Satyadarmika yang menikah dengan dyah Sangkhara atau Rakai Panangkaran Sri Maharaja Tejahpurnapana Panangkarana, raja Mataram di Jawa Tengah (754-782). 

Dari pernikahan itu lahirlah dyah Panunggalan. Rakai Panunggalan yang nama nobatnya Rakai Panunggalan Bhimaparakrama Linggapawitra Jawabhumandala berkuasa di bagian utara Jawa, yaitu di daerah Mamratipura (Medang) selama 18 tahun (782-800). 

Raja inilah yang menyatukan Kanjuruhan dengan Mataram, sepeninggal Gajayana yang wafat tahun 789. Hal itu dilihat dari namanya Panunggalan, yang berarti ‘penyatuan’.

Sumber: suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI