"Namun, saksi Putri Candrawathi tidak memberi penjelasan apapun," kata jaksa membacakan dakwaan.
Putri Candrawathi kemudian meminta Ricky Rizal Wibowo untuk memanggil Kuat Maruf dan menenangkannya.
Putri berharap tidak terjadi keributan antara Kuat Maruf dan Nofriansyah Joshua Hutabarat.
Setelah memanggil Kuat Maruf, Putri Candrawathi lantas memerintahkan Bripka RR untuk memanggil Brigadir J.
Bripka RR kemudian menanyakan apa yang telah terjadi pada Brigadir J dan Kuat Maruf.
Brigadir J saat itu mengaku tidak tahu mengapa Kuat Maruf marah kepadanya.
"Saksi Putri Candrawathi lalu meminta Ricky Rizal Wibowo agar memanggil Nofriansyah Joshua Hutabarat," kata jaksa.
"Ricky Rizal Wibowo lalu turun ke lantai satu rumah Magelang dan memanggil Nofriansyah Joshua Hutabarat sambil bertanya, 'ada apa Yos?'."
"Dan dijawab oleh Nofriansyah Joshua Hutabarat, 'nggak tahu Bang, kenapa Kuat marah sama saya'," ungkap Jaksa membacakan dakwaan.
Baca Juga: Perempuan Ini Pilih Kabur Bareng Mantan Pacar, Dibanding Suami yang Kerja Kuli dengan Gaji Rp 2 Juta
Saat itu juga Bripka RR mengajak Brigadir J ke kamar Putri Candrawathi lantaran hal itu menjadi perintah dari istri Ferdy Sambo.
Kemudian Bripka RR menunggu di dekat pintu kaca di depan kamar Putri Candrawathi agar tidak terjadi keributan.
Putri Candrawathi ketika itu menyebut telah memaafkan sikap Brigadir J. Namu Putri meminta sang ajudan untuk mengundurkan diri.
Brigadir J keluar kamar Putri, dan Bripka RR melihat Brigadir J menangis.
"Saksi Putri Candrawathi mengatakan kepada Nofriansyah Joshua Hutabarat, 'saya mengampuni perbuatanmu yang keji terhadap saya. Tapi, saya minta kamu untuk resign'," kata Jaksa.
"Lalu, Nofriansyah Joshua Hutabarat keluar kamar sambil menangis dan turun bersama Ricky Rizal Wibowo," kata jaksa.