Pembangunan Tower KCIC di Bandung Barat Ditolak Warga

bandungbarat

Selasa, 03 Januari 2023 | 19:12 WIB
Pembangunan Tower KCIC di Bandung Barat Ditolak Warga
Lokasi pembangunan tower KCIC di Kampung Pabrik Tahu RT 01 RW 08 Desa Kertamulya,Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Pembangunan tower milik KCIC untuk sistem persinyalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ditolak warga di sekitar lokasi tersebut.

Pasalnya, warga Kampung Pabrik Tahu RT 01 RW 08 Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini menilai keberadaan tower tersebut berdekatan dengan lingkungan warga lantaran hanya berjarak lima meter.

Warga setempat, Ruhimat (27) mengatakan, pihaknya khawatir keberadaan lokasi tower yang dekat dengan pemukiman warga bakal berdampak negatif. Bahkan masyarakat hingga saat ini belum melihat kajian lingkungan dan sosialiasi dari pihak terkait.

"Kita menolak rencana pembangunan tower di sini karena terlalu dekat dengan rumah. Kami minta PT KCIC dan WIKA selaku pelaksana proyek cari lahan lain," katanya, Selasa (3/1/2022).

Ia menambahkan, warga mengaku khawatir dengan risiko yang diterima ketika tower tersebut dibangun dekat dengan lingkungan masyarakat diantaranya radiasi, sambaran petir, masalah sinyal seluler, serta potensi tower runtuh dan anjloknya harga jual rumah.

"Kami takut tower justru membawa banyak masalah. Dibanyak tempat ada laporan tersambar pertir, susah sinyal, dan harga rumah merosot. Dampak lainnya bagimana kalau runtuh? jadi kami gak mau ada bayang-bayang masalah ini, makanya kita minta pindah lokasinya," katanya.

Ia menyebut, masyarakat sekitar pembangunan tower tersebut tidak diberikan sosialisasi maupun permohonan izin rumah tangga terkait pembangunan tower ini. Mirisnya, informasi terkait tower didapat warga secara tidak resmi dari para pekerja kasar. 

"Meraka katanya mau bangun tower setinggi 40 meter di sini. Pondasi 9x9 meter dengan kedalam 6 meter. Jangankan kajian lingkungan atau izin, sosialisasi saja tidak pernah," katanya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Desa Kertamulya, Asep Buchori mengatakan, setidaknya kurang lebih ada 100 rumah warga yang berdiri di dekat tower yang rencananya memiliki tinggi 40 meter tersebut.

"Surat keberatan pembangunan tower ini telah kita layangkan secara resmi ke pihak kecamatan. Semoga aspirasi kami didengar oleh pemerintah dan disampaikan ke pelaksana proyek," tuturnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Kereta Cepat Pakai APBN, Pengamat: Melanggar Komitmen, di Negara Maju Bisa Dipidanakan

Soal Kereta Cepat Pakai APBN, Pengamat: Melanggar Komitmen, di Negara Maju Bisa Dipidanakan

News | Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:08 WIB

Korban Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta Bandung Semua dari China

Korban Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta Bandung Semua dari China

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 12:23 WIB

Deretan Kecelakaan Selama Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung

Deretan Kecelakaan Selama Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 11:58 WIB

Terkini

Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian

Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:42 WIB

5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy

5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:40 WIB

Klarifikasi Rodri Usai Insiden Kakinya Diinjak Gavi Jelang Piala Dunia 2026

Klarifikasi Rodri Usai Insiden Kakinya Diinjak Gavi Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:38 WIB

Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!

Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!

Surakarta | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali

Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar

MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar

Sulsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!

Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:29 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:26 WIB

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:26 WIB