"Kita menegur keras saudari Corla yang secara vulgar dalam tata krama kalimat, termasuk menyebut kalimat-kalimat yang menyebut alat kelamin laki-laki atau perempuan, kemudian kata-kata binatang, dan lain sebagainya," tegasnya.
"Menurut Saya itu bukan pembelajaran yang baik buat seni budaya bangsa Indonesia, Kita harus berprilaku bangsa, bukan berprilaku bangsat," sambungnya.(*)