Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
Selat Hormuz (ilustrasi)
baca 10 detik
  • Iran mampu bertahan dari blokade Amerika Serikat selama berbulan-bulan berkat kekuatan konsumsi minyak domestik.

  • Infrastruktur energi Teheran tidak mengalami kerusakan fatal karena pengalaman panjang menghadapi berbagai sanksi internasional.

  • Cadangan 30 juta barel minyak di Asia menjadi penopang ekonomi Iran saat ekspor terhenti.

Suara.com - Ketahanan infrastruktur energi Iran membuktikan bahwa prediksi keruntuhan ekonomi instan akibat blokade Selat Hormuz militer Amerika Serikat tidak terbukti.

Analis intelijen Barat menilai Iran sanggup meredam tekanan ekonomi selama berbulan-bulan tanpa mengalami kerusakan permanen pada ladang minyaknya.

Kapasitas pengolahan domestik yang kuat menjadi kunci utama bagi rezim untuk tetap mengoperasikan sumur bor meskipun ekspor jalur laut terhenti.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Pemerintah Amerika Serikat awalnya memproyeksikan industri minyak Iran akan segera meledak dalam hitungan hari setelah jalur distribusi ditutup.

Teheran justru merespons dengan memangkas volume produksi secara terukur agar sesuai dengan kapasitas tangki penyimpanan yang tersisa.

Pengalaman menghadapi sanksi selama belasan tahun membuat para teknisi Iran ahli dalam mengelola penutupan sumur tanpa merusak fasilitas.

"Mereka harus menutup sekitar setengah dari produksi mereka. Mereka dapat terus berproduksi karena mereka dapat memurnikannya di dalam negeri," kata Robin Mills kepada NBC.

Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)
Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)

"Saya tidak berpikir itu akan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur mereka. Mereka tahu bagaimana melakukan ini. Mereka telah melakukannya sebelumnya," ujar Gregory Brew.

Meskipun volume penguatan ke tangker menurun drastis, Iran masih memiliki tabungan komoditas dalam jumlah besar di pasar internasional.

baca juga

Sekitar 30 juta barel minyak yang telah berada di perairan Asia menjadi bantalan finansial untuk menjaga stabilitas anggaran negara.

Namun, tekanan inflasi dan pembengkakan biaya logistik darat tetap mengancam daya beli masyarakat Iran dalam jangka panjang.

"Agaknya, mereka bisa terus seperti ini selama berbulan-bulan berdasarkan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu," jelas Brew.

Donald Trump sendiri menegaskan bahwa kontrol penuh atas jalur perairan tersebut kini berada di tangan Amerika Serikat.

"Kami benar-benar mengendalikannya; mereka tidak. Dan kami telah mengambil bisnis dari mereka," tegas Trump dalam wawancara telepon.

Trump juga menambahkan bahwa aktivitas logistik Iran melalui jalur laut telah berhenti total akibat pengawasan ketat armada militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi

AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×