SuaraBandungBarat.id- Dokter Zaidul Akbar memberikan peringatan tentang dampak buruk mengonsumsi kopi dan merokok secara bersamaan.
Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang melimpah ruah, bahkan produksi kopi untuk ekspor pada tahun 2017 mencapai 430-450 ribu ton, sedangkan konsumsi dalam negeri sebesar 160-170 ton.
Kopi telah menjadi gaya hidup yang sulit dipisahkan, terutama bagi anak muda. Mereka menikmati kopi di kafe atau saat berkumpul dengan teman dan keluarga.
Namun, Dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa kopi mengandung kafein dan nikotin, yang dapat memicu pengeluaran insulin dan membuat tubuh terlihat seperti memiliki banyak glukosa.
Meskipun kopi dapat membantu menurunkan berat badan jika diminum tanpa gula, terus-menerus mengonsumsi kopi yang mengandung kafein dan nikotin dapat mengganggu sistem tubuh secara keseluruhan, terutama jika dikonsumsi dengan gula pasir.
"artinya dengan banjir terus menerus insulin dan glukosa tadi yg sejatinya mrk dikeluarkan ketika ada makanan masuk mk lama kelamaan akan tjd kekacauan pd sistem tubuh secara umum," kata dr. Zaidul Akbar dikutip SuaraBandungBarat.id dari salah satu postingan Instagramnya.
Oleh karena itu, Dr. Zaidul Akbar menyarankan untuk tidak mengonsumsi kopi secara berlebihan dan tanpa gula pasir.