Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
Ilustrasi. BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi dengan pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia. [dok. MIND ID]
  • Bank Dunia sebut RI pelopor hilirisasi global berkat konsistensi larangan ekspor sejak 2014.
  • Investasi nikel melonjak, namun potensi produk hilir baja dan pegas belum digarap maksimal.
  • RI disarankan reinvestasi pajak ekspor ke subsidi industri hijau demi perkuat nilai tambah.

Suara.com - Upaya konsisten Pemerintah Indonesia dalam menggenjot hilirisasi pertambangan mendapatkan apresiasi tinggi dari lembaga internasional.

Bank Dunia (World Bank) menilai langkah Indonesia melarang ekspor bahan mentah bukan sekadar kebijakan proteksi, melainkan momentum krusial yang menempatkan RI sebagai pelopor industrialisasi berbasis komoditas di kancah global.

Dalam laporan terbaru bertajuk World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menyoroti bagaimana Indonesia sukses mengubah wajah ekonominya. Dari sekadar pengeruk tanah dan air, kini Indonesia menjelma menjadi eksportir produk setengah jadi yang disegani, mulai dari besi baja hingga tembaga dan bubuk seng.

"Data menunjukkan bahwa pelarangan ekspor berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi dan ekspor Indonesia di produk nikel serta derasnya penanaman modal asing di sektor pengolahan," tulis Bank Dunia dalam laporan yang dikutip Kamis (9/4/2026).

Meski telah mencatat kesuksesan di sektor nikel, Bank Dunia melihat Indonesia masih memiliki "harta karun" nilai tambah yang belum digali optimal. Produk hilir seperti pegas baja, produk canai datar tahan karat, hingga turunan nikel lanjutan dinilai masih beroperasi di bawah kapasitas potensialnya.

Lembaga yang bermarkas di Washington DC tersebut meyakini, dengan racikan kebijakan yang tepat, Indonesia mampu melampaui fase pembatasan ekspor yang bersifat distorsif menuju aktivitas pertambangan hijau yang jauh lebih bernilai tinggi.

Kapasitas smelter dalam negeri yang kini kian matang dianggap sebagai modal kuat. Namun, Bank Dunia memberikan catatan penting agar dampak ekonominya makin nendang. Salah satu sarannya adalah melakukan reinvestasi pajak ekspor melalui subsidi berbasis kinerja (performance-based subsidy) yang transparan bagi industri prioritas.

Tak hanya soal fiskal, Bank Dunia menekankan perlunya reformasi di sisi infrastruktur, pengelolaan lahan, hingga kemudahan perizinan bisnis.

"Indonesia telah konsisten menjalankan kebijakan ini sejak 2014 meski kerap ditantang WTO. Hasilnya nyata, investasi signifikan masuk dan hilirisasi kini menjadi tulang punggung baru ekonomi nasional," pungkas laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:47 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB