Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
Ilustrasi. BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi dengan pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia. [dok. MIND ID]
baca 10 detik
  • Bank Dunia sebut RI pelopor hilirisasi global berkat konsistensi larangan ekspor sejak 2014.
  • Investasi nikel melonjak, namun potensi produk hilir baja dan pegas belum digarap maksimal.
  • RI disarankan reinvestasi pajak ekspor ke subsidi industri hijau demi perkuat nilai tambah.

Suara.com - Upaya konsisten Pemerintah Indonesia dalam menggenjot hilirisasi pertambangan mendapatkan apresiasi tinggi dari lembaga internasional.

Bank Dunia (World Bank) menilai langkah Indonesia melarang ekspor bahan mentah bukan sekadar kebijakan proteksi, melainkan momentum krusial yang menempatkan RI sebagai pelopor industrialisasi berbasis komoditas di kancah global.

Dalam laporan terbaru bertajuk World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menyoroti bagaimana Indonesia sukses mengubah wajah ekonominya. Dari sekadar pengeruk tanah dan air, kini Indonesia menjelma menjadi eksportir produk setengah jadi yang disegani, mulai dari besi baja hingga tembaga dan bubuk seng.

"Data menunjukkan bahwa pelarangan ekspor berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi dan ekspor Indonesia di produk nikel serta derasnya penanaman modal asing di sektor pengolahan," tulis Bank Dunia dalam laporan yang dikutip Kamis (9/4/2026).

Meski telah mencatat kesuksesan di sektor nikel, Bank Dunia melihat Indonesia masih memiliki "harta karun" nilai tambah yang belum digali optimal. Produk hilir seperti pegas baja, produk canai datar tahan karat, hingga turunan nikel lanjutan dinilai masih beroperasi di bawah kapasitas potensialnya.

Lembaga yang bermarkas di Washington DC tersebut meyakini, dengan racikan kebijakan yang tepat, Indonesia mampu melampaui fase pembatasan ekspor yang bersifat distorsif menuju aktivitas pertambangan hijau yang jauh lebih bernilai tinggi.

Kapasitas smelter dalam negeri yang kini kian matang dianggap sebagai modal kuat. Namun, Bank Dunia memberikan catatan penting agar dampak ekonominya makin nendang. Salah satu sarannya adalah melakukan reinvestasi pajak ekspor melalui subsidi berbasis kinerja (performance-based subsidy) yang transparan bagi industri prioritas.

Tak hanya soal fiskal, Bank Dunia menekankan perlunya reformasi di sisi infrastruktur, pengelolaan lahan, hingga kemudahan perizinan bisnis.

"Indonesia telah konsisten menjalankan kebijakan ini sejak 2014 meski kerap ditantang WTO. Hasilnya nyata, investasi signifikan masuk dan hilirisasi kini menjadi tulang punggung baru ekonomi nasional," pungkas laporan tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:47 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×