SUARA BANDUNG BARAT - Francesco Bagnaia mengaku tidak sabar ingin bersaing sengit dengan Jorge Martin (Prima Pramac) di balapan MotoGP Mandalika 2023.
Pebalap andalan tim Ducati Lenovo itu harus bersaing dengan Jorge Martin untuk memperebutkan puncak klasemen MotoGP 2023 sementara.
Francesco Bagnaia sendiri sempat unggul jauh di puncak klasemen MotoGP 2023 dengan jarak 66 poin.
Akan tetapi, dampak kecelakaan parah di Catalunya membuat situasi berbalik. Pecco masih bisa balapan, dan meraih poin, tetapi Martin sukses mengejarnya.
Sehingga pebalap tim Prima Pramac Ducati itu sukses merebut kemenangan Sprint Race dan balapan utama MotoGP San Marino dan Jepang 2023.
Sementara itu, Bagnaia terjatuh pada balapan utama GP India, dan kini keduanya hanya terpisah dengan jarak 3 poin saja.
Angka tersebut merupakan selisih paling kecil setelah 14 seri sejak sistem poin balapan MotoGP sekarang ini diperkenalkan pada 1993 lalu.
Dengan adanya sesi balapan Sprint Race mulai tahun ini, tentunya sangat berpengaruh dalam hal tersebut.
Meski begitu, Bagnaia menyambut dengan antusias persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2023 dengan Jorge Martin.
Baca Juga: Tiga Tanaman Hias Daun Paling Dicari Lengkap dengan Cara Merawatnya
Sang juara MotoGP 2022 tersebut meyakini bahwa enam seri tersisa tahun ini akan berjalan semakin seru dan menarik.
"Saya pikir ini akan menarik. Masih ada dua belas balapan tersisa. Ini bisa menjadi pertarungan yang hebat," kata Bagnaia, seperti dilansir dari Speedweek.
Meski demikian, rider asal Italia itu menyadari bahwa Martin sekarang ini berada dalam kepercayaan diri yang lebih tinggi berkat hasil-hasil gemilang diraihnya dalam beberapa balapan terakhir.
Akan tetapi, ia berjanji akan memberikan perlawanan pada pebalap asal Spanyol tersebut pada seri selanjutnya di MotoGP Mandalika 2023.
Adapun jadwal MotoGP Mandalika 2023 akan berlangsung dari 13-15 Oktober mendatang, balapan ini akan menjadi penentuan puncak klasemen sementara.
"Tentu saja sekarang lebih intens dan sulit. Jorge punya momentumnya, tapi kami bekerja keras dan menemukan sesuatu di Jepang yang membantu saya," kata Bagnaia.