Dan yang terjadi tanpa sadar ternyata saldo rekening mereka berkurang habis , padahal korban mengaku tidak ada menggunakan saldo tersebut, dan tidak pernah mengisi data-data yang berisikan id dan pin rekening mereka.
“Diduga file yang dikirim oleh pelaku dan di unduh oleh korban tersebut adalah exploit yang berjalan dilatar belakang untuk mengambil data korban, seperti aplikasi perbankan yang digunakan oleh korban lalu mengcopy USER ID dan PIN, atau istilah dalam dunia hacking adalah Sniffing” ujarnya.
Korban melaporkan dugaan ini pada pengamat kejahatan cyberr, mereka mengaku tidak ada aplikasi yang terinstall setelah mengklik file yang dikirimkan tersebut.
File tersebut kemungkinan besar berisi malware RAT (Remote Administrator Tool).
Dimana cara kerjanya adalah dengan me-remote HP korban dari jarak jauh, lalu beroperasi di balik layar korban.
Warganet pun geger, banyak yang tidak menduga bahwa hal tersebut dapat dilakukan sehingga mereka merasa tidak aman lagi dalam menggunakan aplikasi perbankan.