Aktivis Denny Siregar mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penangkapan Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Apresiasi tersebut disampaikan Denny Siregar melalui cuitannya di akun Twitter pribadinya, @Dennysiregar7 pada Selasa (10/1/2023).
Dalam cuitannya, Denny Siregar membalas pemberitaan yang menyebut KPK telah berhasil menangkap Lukas Enembe di Jayapura.
"Akhirnya.... Tepuk tangan untuk @KPK_RI," kata Denny Siregar.
Kemudian, cuitan itu dibalas oleh seorang netizen yang menyebut tidak perlu mengapresiasi KPK.
Sebab, netizen itu menganggap penangkapan Lukas Enembe merupakan kewajiban dari KPK dan tidak ada spesialnya.
Bahkan, netizen itu menganggap KPK memiliki banyak kesalahan karena membuat proses penangkapan Lukas Enembe menjadi lama.
"Jangan tepuk tangan bang, itu sudah kewajiban @KPK_RI
Tidak ada yg spesial dari hal ini. Justru banyak celanya, dikarenakan ketidakberanian, ketidaktegasan Kpk menangkap Pace ini dengan lamanya proses penangkapan," ujar akun @tong*****.
Cuitan tersebut kemudian dibalas lagi oleh Denny Siregar yang mengaku tidak setuju dengan balasan netizen itu.
Baca Juga: Pemilik Motor Misterius di Lereng Merapi Ditemukan, Tersesat di Gunung Selama Dua Hari
Denny merasa perlu mengapresiasi KPK karena mengerti bagaimana sulitnya menangkap Lukas Enembe.
Ia pun sampai menyoroti kinerja polisi yang sampai mengerahkan sekira dua ribu pasukan untuk mengamankan jika terjadi kerusuhan saat penangkapan Lukas Enembe.
Bahkan, Denny Siregar sampai menyebut proses penangkapan Luas seperti Narcos di dalam negeri.
Narcos sendiri merupakan film biografi yang menceritakan kisah Pablo Escobar, seorang raja narkoba asal Kolombia.
"Ya di apresiasi dong... Kalau tau gimana sulitnya nangkep Lukas ini, bahkan polisi smp hrs kerahkan 2 rebu personel krn ada gerakan utk buat Papua rusuh kalo Lukas ditangkap..
Persis Narcos dalam skala lokal," tulis Denny Siregar.