Bu Eny tampak senang melihat-lihat bagian dalam rumahnya yang sudah dialiri kembali oleh listrik dan air.
Sedangkan sejumlah perabot yang dibutuhkan sudah tersedia, dan bahkan kamar tidurnya sudah rapi.
"Saya salam ke beliau, dia bilang, 'Maaf sering ngerepotin.' Saya bilang, 'Enggak apa-apa karena tugas saya untuk direpotin.' Dia tersenyum, itu adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya," tutur Noves.
Noves melanjutkan, saat ini baru beberapa ruangan di lantai satu saja yang dipenuhi perabot.
Meski begitu, sambung Noves, perabot yang sudah ada di rumah mewah Eny dan Tiko adalah yang memang benar-benar dibutuhkan oleh keduanya.
Sebagian perabotan itu juga berasal dari sumbangan.
Diajak Liburan
Bu Eny dan Tiko akan diajak liburan ke Puncak oleh Noves.
Meski awalnya, Bu Eny sempat menolak meski akhirnya setuju usai dibujuk.
"(Reaksinya) Senang bisa dibilang. Waktu saya nyanyi, dia (Eny) ikut joget," ungkap Noves.
Kini Bu Eny juga mau berbaur dengan orang-orang yang turut berlibur ke Puncak.
"Mau diajak jalan melihat pemandangan," imbuh Noves.
Noves menuturkan, perilaku tersebut merupakan suatu perubahan yang luar biasa. Sebab, selain turut menikmati waktu berlibur di Puncak, Eny juga sudah bisa berbaur.
"Alhamdulillah respons enggak seperti dulu. Itu adalah suatu perubahan yang luar biasa menurut saya. Karena ketika dulu, sama setiap orang dia menutup diri," ujar Noves.