Saat menghadiri hari lahir PPP ke-50 tahun Jumat (17/02/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumbar sejumlah nama yang berpotensi menjadi calon presiden (Capres) di 2024 nanti.
Jokowi menyebut ada nama Prabowo Subianto, Erick Thohir, Sandiaga Uno, AHY, Muhammad Mardiono, hingga nama Mahfud MD.
Yah, nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang disebut Jokowi ini belakangan ramai didukung masyarakat. Alasannya, Mahfud MD turut mendorong pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J yang berhasil membongkar konspirasi Ferdy Sambo selaku pelaku utama.
Pada 2019 lalu juga, Mahfud MD sempat menjadi calon wakil presiden (Cawapres) untuk Jokowi. Namun belakangan berubah menjadi KH Ma’ruf Amin.
Mahfud MD kala itu terang-terangan menyatakan telah dihubungi pihak Istana untuk mempersiapkan diri. Bahkan, ia diminta menjahit baju yang akan dipakai konvoi usai deklarasi capres-cawapres 2019 lalu.
Tapi pada detik-detik terakhir, rencana tersebut berbelok ekstrem. Nama Mahfud MD mendadak digantikan oleh KH Ma'ruf Amin.
Mahfud MD mengaku tak kecewa dengan manuver politik tersebut. Mahfud MD menjelaskan, kali ini tak mau terlalu ngoyo.
"Mengalir saya, dan saya tidak akan berusaha untuk itu," kata Mahfud MD dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Senin (20/02/2023).
Untuk diketahui, Mahfud MD merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Saat kasus pembunuhan Brigadir J mencuat, Mahfud MD yang paling getol mendorong kasus ini dibongkar secara terang benderang.
Baca Juga: Hadapi PSS Sleman, Leonardo Medina Pastikan Persis Solo Siap Tempur
Mahfud MD mengawal kasus ini sampai akhirnya terungkap Ferdy Sambo merupakan pelaku utama dan Richard Eliezer sebagai justice collaborator (JC) divonis ringan.