"Dari tahun lalu dia janji saya, dia bilang tunggu tiga bulan ke depan, tidak jadi. Dia janji lagi terus tiap bulan mau datang, tapi tidak datang," ujar Khaerunnisa.
Karena merasa dibohongi, Khaerunnisa pun menerima lamaran dari lelaki lain.
"Makanya waktu ada orang lamar ka (saya), Ummiku terima karena kami juga merasa dibohongi. Orang tuaku bilang nanti jadi perawan tua ko, kalau itu terus ditunggu," ungkapnya.
Tidak Pernah Minta Uang
Khaerunnisa, perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang viral karena menolak lamaran pria asal India angkat bicara.
Lewat rekaman suara yang beredar, Khaerunnisa mengklarifikasi ke publik terkait peristiwa yang terjadi.
Dia mengaku tidak pernah meminta uang ke Ali. Kiriman tiap bulan itu atas inisiatif oleh Ali sendiri.
"Saya tidak pernah minta (uang), dia yang selalu kirim. Selalu kutolak, cuma dia paksa," ucapnya.
Jumlahnya pun tidak sampai Rp52 juta, tapi hanya Rp9,5 juta. Uang itu bahkan sudah dikembalikan saat mereka bertemu di kantor polisi, tapi ditolak.
"Dia tidak mau (terima), malah dilempar di kantor polisi," ungkapnya.
kata Khaerunnisa, uang itu digunakan untuk membeli HP, kosmetik dan kuota internet. Sebab, jika pesan singkatnya tidak dibalas, Ali selalu mengancam.
"Intinya itu uang saya pakai untuk dia sendiri karena kalau ndak dibalas chatnya, selalu mengancam mau bunuh diri sampai iris-iris tangannya," sebutnya.