- Dua jurnalis asal Prancis dan Maroko terlibat adu mulut saat konferensi pers jelang perempat final Piala Dunia 2026.
- Insiden tersebut terjadi di depan pelatih Mohamed Ouahbi dan pemain Brahim Diaz hingga sesi tanya jawab terhenti sejenak.
- Kegaduhan yang sempat memecah fokus pemain tersebut akhirnya berhasil dilerai oleh petugas sebelum konferensi pers kembali berjalan normal.
Suara.com - Suasana konferensi pers Timnas Maroko jelang laga perempat final melawan Prancis mendadak memanas.
Insiden tak terduga terjadi saat dua jurnalis terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam di depan publik.
Peristiwa itu berlangsung ketika pelatih Mohamed Ouahbi dan pemain Brahim Diaz tengah memberikan keterangan kepada media.
Situasi yang awalnya kondusif berubah kacau hingga membuat sesi konferensi terhenti sejenak.
Menurut laporan media Eropa, keributan melibatkan jurnalis asal Prancis dan Maroko.
Belum diketahui secara pasti siapa yang memulai pertikaian tersebut.
![Duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya soal tiket semifinal, tetapi juga sarat nuansa pasca-kolonial dan kisah persahabatan Mbappe-Hakimi. [Dok. Gemini]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/61815-prancis-vs-maroko.jpg)
“Kenapa kamu memukul saya?” teriak salah satu jurnalis seperti dikutip dari Voetbalzone.
Sementara pihak lainnya membalas dengan ancaman,
“Kamu akan saya hajar,” sebelum akhirnya dilerai oleh petugas media.
Insiden tersebut membuat Brahim Díaz terkejut.
Pemain Real Madrid itu bahkan sempat menghentikan jawabannya karena suasana yang tidak kondusif.
Setelah situasi mereda, Díaz mencoba melanjutkan konferensi pers dengan santai.
Namun, ia mengaku sempat kehilangan fokus akibat kejadian tersebut.
“Saya jadi lupa pertanyaannya,” ujarnya sambil tertawa, yang langsung disambut tawa ringan dari para jurnalis di ruangan.
Meski sempat memanas, konferensi pers akhirnya kembali berjalan normal.
Maroko kini tetap fokus menghadapi laga krusial melawan Prancis di babak perempat final Piala Dunia 2026.
