Umar Bonte Dianggap Keluarkan Pernyataan Rasis ke Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi

Suara Bestie

Minggu, 14 Mei 2023 | 13:20 WIB
Umar Bonte Dianggap Keluarkan Pernyataan Rasis ke Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum DPP KNPI La Ode Umar Bonte

Mantan Anggota DPRD Kota Kendari La Ode Umar Bonte angkat bicara. Setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kasus dugaan rasis terhadap Anies Baswedan. Mengatasnamakan Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Jadi video yang beredar itu tidak pernah kita bermaksud untuk rasis. Jadi justru kita ingin mengingatkan bahwa dalam pentas politik ke depan tidak boleh mengangkat isu rasis, menghina, atau menggerakkan orang dalam potensi dirinya. Boleh-boleh saja kita menjadi presiden, menjadi apa itu boleh-boleh saja, tetapi pilihan politik saya bisa saja kemukakan seperti itu," kata Umar Bonte, Jumat (12/5/2023).

Umar Bonte mengatakan, dia mengakui Anies adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden. Namun, Umar Bonte mengaku tidak memilih Anies.

"Intinya harapan saya dalam video yang beredar itu tidak ada satu pun yang menghina atau merendahkan suku bangsa, dan memang tidak diperbolehkan, tapi Anies untuk maju sebagai presiden itu hak dia dan itu bisa, secara undang-undang dia mempunyai hak untuk maju, seperti itu. Dan tidak ada menghina, menyebut, tidak ada. Dan tidak boleh di dalam kontestasi demokrasi menghina dan merendahkan suku bangsa tidak boleh itu melanggar undang-undang," katanya.

Umar menyebut setiap warga negara memiliki hak untuk memilih tokoh berdasarkan pilihan politiknya masing-masing. Ia menegaskan, ada tokoh lain yang dianggap merupakan tokoh terbaik bangsa lainnya.

"Tapi ada pilihan terbaik lain, jadi ada banyak putra bangsa Indonesia terbaik, Anies Baswedan juga putra bangsa Indonesia terbaik, Ganjar Pranowo juga putra bangsa Indonesia terbaik, Prabowo Subianto juga putra bangsa Indonesia terbaik, tetapi pilihan politik saya ada pada putra bangsa terbaik siapa? Kan gitu, bukan yang lain tidak baik, bukan bukan, bukan yang lain tidak bangsa Indonesia. Jadi jangan kebakaran jenggot hanya karena beda-beda pemikiran, bukan," katanya.

Ia menegaskan dirinya tidak memilih Anies bukan karena alasan tertentu. Umar Bonte menyebut dirinya sama sekali tidak rasis.

"Saya tidak memilih Anies bukan karena dia bukan orang Indonesia, bukan, bukan begitu logikanya, cuman dalam video itu tidak sempat memberikan penjelasan secara utuh karena itu kan singkat, begitu," ujarnya.

Meski demikian, Umar meminta maaf jika ada orang lain yang merasa terganggu dengan video tersebut.

"Kalau untuk video ini artinya apabila ada orang-orang yang merasa terganggu dengan video itu saya menyampaikan permohonan maaf saya, ya artinya kalau ada orang yang merasa terganggu, tetapi tidak pernah kita mengatakan sesuatu hal yang salah di situ," kata Umar.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok Umar Bonte @UmarBonte_official. Ia secara tegas menyatakan tidak akan memilih Anies sebagai presiden 2024.

“Sebagai Ketua Umum DPP KNPI secara tegas dan lugas saya tidak ingin Anies Baswedan menjadi presiden Republik Indonesia yang harus memimpin putra putra terbaik bangsa ini.

Ia mengatakan sudah terlalu berlebihan jika Anies diberi kesempatan yang lebih di pentas politik tanah air sebagai presiden. Secara tak langsung Umar mengatakan Anies bukanlah putera bangsa karena berasal dari keturunan luar layaknya penjajah, meski lahir dan besar di Indonesia.

“Karena itu saya meminta kepada seluruh pemuda Indonesia seluruh bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia berilah kesempatan terbaik untuk memimpin bangsa ini dari putra bangsamu sendiri, Prabowo oke, Ganjar Pranowo oke,” katanya.

“Jangan karena terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta lalu kemudian menjadi kepedean mau jadi presiden juga. Jangan, Anda menjadi gubernur DKI Jakarta bukan karena komunitas yang kuat di situ, bukan karena kontestasi politik kemarin, mendorong dorong agama, memaksa-maksa agama, kemudian melahirkan Anies Baswedan menjadi gubernur, tetapi untuk menjadi presiden, jangan jugalah,” tambahnya.

“Anda boleh saja memiliki orang tua atau mengaku memiliki orang tua menjadi pahlawan negara ini, tetapi untuk menjadi presiden sadar diri, jangan, ini yang saya ingin menggugah. Terima kasih. Assalamualaikum,” tandasnya.

Pernyataannya tersebut kemudian viral karena dianggap rasis. Fungsionaris DPP KNPI di bawah kepemimpinan Muh Ryano Panjaitan kemudian melaporkan Umat Bonte ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kejahatan informasi dan transaksi elektronik dan pencatutan nama KNPI tanpa hak, pada Jumat (12/5/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nestapa Elektabilitas Prabowo Dibantai Ganjar, Nasib Anies Lebih Miris

Nestapa Elektabilitas Prabowo Dibantai Ganjar, Nasib Anies Lebih Miris

Kotak Suara | Minggu, 14 Mei 2023 | 12:28 WIB

Wapres Ma'ruf, Prabowo Subianto, Ganjar dan Anies Kompak Hadiri Nikahan Jessica Mila-Yakup Hasibuan

Wapres Ma'ruf, Prabowo Subianto, Ganjar dan Anies Kompak Hadiri Nikahan Jessica Mila-Yakup Hasibuan

Video | Sabtu, 13 Mei 2023 | 19:30 WIB

Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan Hadiri Nikahan Jessica Mila

Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan Hadiri Nikahan Jessica Mila

Entertainment | Sabtu, 13 Mei 2023 | 20:28 WIB

PKS Cilegon Optimis Efek Ekor Jas Anies Baswedan Berdampak Signifikan Pada Perolehan Suara

PKS Cilegon Optimis Efek Ekor Jas Anies Baswedan Berdampak Signifikan Pada Perolehan Suara

Banten | Jum'at, 12 Mei 2023 | 21:06 WIB

Terkini

Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir

Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:47 WIB

Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet

Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:35 WIB

Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular

Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:20 WIB

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan

Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:11 WIB

Harga Pertamax Naik Tajam, 10 Persen Konsumen Diprediksi Serbu Pertalite

Harga Pertamax Naik Tajam, 10 Persen Konsumen Diprediksi Serbu Pertalite

Jabar | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:09 WIB

Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi

Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi

Entertainment | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:05 WIB

First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya

First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:03 WIB

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:01 WIB