Villavicencio merupakan salah satu dari delapan kandidat dalam pemilihan presiden (pilpres) Ekuador yang dijadwalkan pada tanggal 20 Agustus mendatang. Jajak pendapat secara konsisten menempatkannya di posisi kelima dalam beberapa minggu terakhir.
Presiden Ekuador bersumpah untuk mengatasi kejahatan terorganisir
Presiden Ekuador Guillermo Lasso mengatakan bahwa kematian Villavicencio merupakan "kejahatan yang terorganisir" dalam sebuah cuitannya di media sosial X, dan bertekad untuk menjerat para pelaku ke pengadilan.
"(Saya) marah dan terkejut dengan insiden pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio," kata Lasso. "Untuk mengenangnya dan untuk perjuangannya, saya berjanji bahwa kejahatan ini tidak akan luput dari hukum," tegasnya.
Presiden Lasso mengatakan bahwa dia akan mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat tinggi keamanan perihal insiden penembakan ini. Presiden Ekuador itu juga telah mengirimkan pesan belasungkawanya kepada keluarga Villavicencio.
"Simpati dan belasungkawa saya sampaikan kepada istri dan anak-anak perempuannya," tulis Lasso dalam sebuah unggahan.
Mantan Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner, yang juga merupakan salah seorang kandidat presiden, mengatakan bahwa, "kami menuntut Anda untuk melakukan sesuatu" dalam sebuah konferensi pers setelah insiden penembakan itu terjadi.
"Kami sekarat, tenggelam dalam lautan air mata, dan kami tidak pantas untuk hidup seperti ini," tambah Sonnenholzner.