Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Indonesia Jadi 10 Kekuatan Besar Dunia pada 2030

admin | Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 10 Februari 2014 | 10:47 WIB
Indonesia Jadi 10 Kekuatan Besar Dunia pada 2030

Suara.com - Wakil Ketua Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengungkapkan, proyek infrastruktur prioritas yang terpilih dalam proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mempresentasikan nilai strategis dari setiap sektor infrastruktur, terutama yang mendukung konektifitas.

Saat ini, kata dia, MP3EI dilakukan dengan pendekatan terobosan (breakthrough) dan bukan “Business As Usual”. Dengan demikian, tujuan MP3EI untuk mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang, berkeadilan, dan berkelanjutan, bisa terwujud.

Dalam keterangan persnya, Armida menambahkan, pertimbangan pemilihan proyek-proyek prioritas tersebut memerhatikan beberapa hal. Pertama, untuk memanfaatkan keunikan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia serta semakin dekatnya penerapan pasar terbuka ASEAN.

Karena itu, ungkap Armida, MP3EI memilih proyek-proyek infrastruktur dengan prioritas tinggi sehingga mampu mempercepat pelaksanaan MP3EI. Diantaranya, pelabuhan, bandara, pelayaran (coastal shipping), kereta api, energi, air bersih, serta telekomunikasi.

Kedua, pembangunan pelabuhan hub internasional (Kuala Tanjung dan Bitung), pelayaran pantai (coastal shipping), bandara dan jaringan kereta api akan meningkatkan daya saing nasional dan internasional Indonesia, melalui penghematan biaya pembangunan, pengurangan waktu tempuh dan biaya logistik.

Ketiga, pembangunan konektifitas akan meningkatkan aktivitas perekonomian intra dan antar koridor ekonomi. Keempat, pembangunan proyek air bersih, pembangkit listrik dan fiber optik, sangat mendesak seiring perkembangan penduduk dan upaya pengembangan hilirisasi industri, sebagai salah satu target MP3EI.

“Kehadiran MP3EI diharapkan mampu membawa Indonesia pada kondisi masa depan sebagai negara maju, dalam wujud kekuatan 10 besar dunia di tahun 2030. Namun KP3EI juga menyeksamai semakin dekatnya pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean. “Banyak yang harus kita kejar sampai tanggal 31 Desember 2015, atau tinggal 400 hari kerja lagi kita akan masuk ke pasar terbuka ASEAN. Konektifitas kita harus siap,” tegas Armida.

Di sisi lain, Sekretaris KP3EI Luky Eko Wuryanto menjelaskan, KP3EI menargetkan pada tahun 2025, PDB perkapita dapat setara dengan negara berpenghasilan perkapita sebesar US$ 16,180 dengan PDB berkisar pada US$ 4,5 triliun. Artinya, melalui MP3EI, Indonesia siap menghadapi kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean pada tahun 2015, dan menjadi pemain handal.

Ia menambahkan, optimisme tinggi yang dimiliki KP3EI juga terwujud dari berbagai upaya untuk mendukung keberlangsungan proyek-proyek MP3EI. Diantaranya dengan langkah penyempurnaan dukungan regulasi, mulai dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, hingga Peraturan Daerah. Selain itu, juga dengan penyempurnaan strategi penguatan SDM-Iptek di Koridor Ekonomi, kecuali Sulawesi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB