Pemerintah Bentuk Komite Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean

Laban Laisila

Rabu, 12 Maret 2014 | 19:41 WIB
Pemerintah Bentuk Komite Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan membentuk komite nasional khusus untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai persiapan menghadapi penarapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

"Komite ini bekerja untuk mengamati perkembangan, sosialisasi serta upaya meningkatkan daya saing dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya seusai rapat koordinasi membahas persiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di Jakarta, Rabu (12/3/2014)

Hatta mengatakan komite ini bakal berperan menjelang integrasi ASEAN dan mendorong keunggulan Indonesia untuk bersaing di tingkat regional.

"Kita tidak bisa mengatakan tidak siap karena ini sudah didepan mata dan komitmen ini sudah berjalan. Yang paling penting adalah kita terus meningkatkan daya saing," katanya.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Perekonomian Rizal Affandi Lukman menambahkan komite nantinya beranggotakan gabungan dari pengusaha dan pemerintah.

"Komite ini untuk merumuskan persiapan Indonesia serta melakukan inventarisasi peluang yang dapat dimanfaatkan, karena pemanfaatan integrasi ini dirasakan masih kecil, padahal pasar kita bukan hanya 250 juta masyarakat Indonesia, namun 600 juta penduduk Asean," katanya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Titik Api di Indonesia Bukan yang Terbanyak di ASEAN

Titik Api di Indonesia Bukan yang Terbanyak di ASEAN

News | Jum'at, 07 Maret 2014 | 05:28 WIB

Menteri Lutfi: RI Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Menteri Lutfi: RI Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bisnis | Selasa, 04 Maret 2014 | 15:42 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×