Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

2013, Pertumbuhan Pasar Obligasi Indonesia Tertinggi di Asia Timur

Doddy Rosadi | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2014 | 17:10 WIB
2013, Pertumbuhan Pasar Obligasi Indonesia Tertinggi di Asia Timur
Ilustrasi (sxc.hu)

Suara.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan pasar obligasi Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Timur selama 2013 yaitu 20,1 persen dibanding 2012 atau senilai 108 miliar dolar Amerika.

"Pasar obligasi Indonesia tumbuh 6,8 persen pada kuartal empat 2013, dan tumbuh 20,1 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 108 miliar dolar Amerika," ujar Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional ADB, Iwan Jaya Azis dalam pemaparan laporan pasar obligasi terbaru di Jakarta, Kamis (20/3/2014) seperti dikutip dari Antara.

Iwan menjelaskan obligasi Pemerintah Indonesia tumbuh 7,9 persen dalam triwulan IV tahun 2013 dan tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun 2012, menjadi 90 miliar dolar Amerika. Sedangkan obligasi korporasi tumbuh 1,5 persen pada triwulan IV tahun 2013 dan tumbuh 16,4 persen dibandingkan tahun 2012 menjadi 18 miliar dolar Amerika.

"Pada akhir kuartal IV tahun 2013, pasar obligasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan tercepat kedua di kawasan negara berkembang Asia Timur, atau hanya kalah dari Vietnam," katanya.

Iwan mengatakan pertumbuhan obligasi pemerintah di Indonesia terutama didukung oleh obligasi pemerintah pusat, yang terdiri atas surat perbendaharaan negara dan obligasi yang dikeluarkan Kementerian Keuangan serta Sertifikat Bank Indonesia.

Sedangkan dari sektor korporasi, ia menambahkan, pertumbuhan obligasi Indonesia didukung oleh kenaikan obligasi korporasi konvensional, obligasi subordinasi maupun obligasi sukuk ijarah.

"Namun dari segi ukuran obligasi, 'size' Indonesia berada di urutan ketujuh atau hanya lebih tinggi dari Filipina dan Vietnam, karena pasar obligasi China masih unggul, dan menguasai 60 persen pasar obligasi Asia Timur," kata Iwan.

Pada akhir 2013, ADB mencatat negara berkembang di kawasan Asia Timur memiliki 7,4 triliun dolar Amerika dalam bentuk obligasi, lebih tinggi 2,4 persen dibandingkan akhir September 2013 dan 11,7 persen lebih tinggi dibandingkan akhir 2012. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:11 WIB

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 18:13 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB