Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Kasus Bumi, Aga Bakrie "Ribut" dengan Pengusaha Inggris

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 26 Maret 2014 | 14:18 WIB
Kasus Bumi, Aga Bakrie "Ribut" dengan Pengusaha Inggris
Ilustrasi Twitter (Shutterstock)

Suara.com - Pengusaha Inggris Nathaniel Rothschild terlibat perang mulut dengan salah satu anggota keluarga Bakrie dalam kasus penjualan saham di perusahaan tambang baru bara, Asia Resource Minerals (ARMS).

Bakrie resmi keluar dari perusahaan yang dulunya bernama Bumi dan didirikan bersama dengan Rotschild pada 2001. Bakrie harus membayar 501 juta dolar Amerika atau sekitar Rp5,5 triliun kepada Rothschild untuk membatalkan kesepakatan investasi di sektor tambang yang berdurasi tiga tahun itu.

Rothschild mengucapkan terima kasih kepada keluarga Bakrie karena telah membeli kembali aset tambang yang dideskripsikannya sebagai sesuatu yang tidak berharga. Ucapan Rothschild itu dibalas Aga Bakrie, anak dari Nirwan Bakrie yang juga Wakil Presiden Bakrie Capital Indonesia.

Lewat akun Twitternya , Aga mengatakan, Indonesia adalah surga bagi investasi dan menyebut Rothschild sebagai orang bodoh. Rothschild kemudian membalas kicauan tersebut dengan menyebut Aga adalah orang yang bodoh.

Hubungan antara Rothschild dengan keluarga Bakrie memburuk pascaperjanjian investasi 3 miliar dolar Amerika yang ditandatangani pada 2010 dengan membentuk perusahaan Bumi Plc, yang kemudian berganti nama menjadi Asia Resource Minerals.

Kemarin, Bakrie resmi melepaskan kepemilikannya di ARM. CEO ARM Nick von Schirnding mengatakan, dengan kesepakatan yang sudah dilakukan tersebut maka Bakrie tidak lagi mempunyai peranan di perusahaan.

Kata Nick, uang yang didapat dari Bakrie tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang totalnya sekitar 400 juta dolar Amerika.

“Saya akan segera memilih Direktur independen untuk memperkuat perusahaan pada Desember nanti,” kata Rothschild.

Perpisahan antara Bakrie dengan Rothschild dipicu  anjloknya harga batu bara serta merosotnya saham Bumi Plc di Bursa Efek Indonesia. Bakrie merupakan pihak pertama yang mengajukan pemisahan diri pada Oktober 2012. Namun, proses tersebut memakan waktu lama karena keluarga Bakrie memerlukan waktu lama untuk mencari dana yang akan dibayarkan kepada Bumi Plc.

Salah satu langkah yang diambil antara lain pengusaha Samin Tan membeli saham Bakrie sebanyak 23,8% di ARMS dan menukarnya dengan investasi di Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Konglomerat Indonesia Punya Rumah di Los Angles, Diduga Tak Terdampak Kebakaran

7 Konglomerat Indonesia Punya Rumah di Los Angles, Diduga Tak Terdampak Kebakaran

Entertainment | Minggu, 12 Januari 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:58 WIB

Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini

Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:56 WIB

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:25 WIB

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:39 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:38 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:20 WIB

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:05 WIB