Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina. Bank Dunia mengungkapkan bahwa 20 persen rumah tangga terkaya di Indonesia menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang diberikan pemerintah. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • 20 persen rumah tangga terkaya menikmati 50 persen subsidi BBM Indonesia.
  • Subsidi energi menyedot anggaran negara hingga 1,6 persen dari PDB.
  • Reformasi subsidi berpotensi menghemat fiskal hingga 2,1 persen PDB.

Suara.com - Bank Dunia (World Bank) menyoroti keras pola penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang dinilai masih jauh dari tepat sasaran. Lembaga keuangan global itu mengungkap fakta mencengangkan bahwa kelompok rumah tangga terkaya justru menjadi penerima manfaat terbesar dari subsidi energi yang dibiayai negara.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa 20 persen rumah tangga terkaya di Indonesia menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang diberikan pemerintah.

Menurut Bank Dunia, kondisi tersebut semakin bermasalah ketika harga minyak dunia melonjak. Selain memperbesar beban fiskal negara, mekanisme subsidi yang berlaku saat ini dinilai gagal melindungi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Lonjakan harga minyak global mengungkap beban fiskal dan kelemahan dari penargetan subsidi BBM, di mana 20% rumah tangga terkaya justru menerima setengah dari total subsidi BBM," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Lembaga keuangan internasional itu mencatat belanja subsidi energi Indonesia mencapai 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu komponen pengeluaran publik yang cukup besar. Akibatnya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial menjadi semakin terbatas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bank Dunia menawarkan tiga langkah reformasi subsidi BBM. Pertama, pemerintah disarankan melakukan penyesuaian harga BBM secara bertahap agar selisih antara harga subsidi dan harga pasar semakin kecil.

Langkah kedua adalah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada 40 persen rumah tangga termiskin sebagai kompensasi atas kenaikan harga energi. Menariknya, Bank Dunia menilai biaya bantuan tersebut relatif kecil, hanya sekitar 10 persen dari total penghematan yang diperoleh dari reformasi subsidi BBM.

Adapun langkah ketiga adalah mengalihkan dana hasil penghematan subsidi untuk memperkuat program perlindungan sosial, investasi publik, serta mendukung mata pencaharian masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Bank Dunia, reformasi subsidi secara bertahap selama dua tahun berpotensi menghasilkan penghematan fiskal hingga 1,3 persen dari PDB. Bahkan setelah kebijakan penyesuaian harga diterapkan sepenuhnya, ruang fiskal pemerintah diperkirakan meningkat menjadi 2,1 persen dari PDB.

Namun demikian, Bank Dunia mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya bergantung pada desain kebijakan, tetapi juga pelaksanaannya di lapangan. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan komunikasi publik yang jelas, memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN), serta memastikan transparansi penggunaan dana hasil penghematan subsidi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB