Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina. Bank Dunia mengungkapkan bahwa 20 persen rumah tangga terkaya di Indonesia menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang diberikan pemerintah. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • 20 persen rumah tangga terkaya menikmati 50 persen subsidi BBM Indonesia.
  • Subsidi energi menyedot anggaran negara hingga 1,6 persen dari PDB.
  • Reformasi subsidi berpotensi menghemat fiskal hingga 2,1 persen PDB.

Suara.com - Bank Dunia (World Bank) menyoroti keras pola penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang dinilai masih jauh dari tepat sasaran. Lembaga keuangan global itu mengungkap fakta mencengangkan bahwa kelompok rumah tangga terkaya justru menjadi penerima manfaat terbesar dari subsidi energi yang dibiayai negara.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa 20 persen rumah tangga terkaya di Indonesia menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang diberikan pemerintah.

Menurut Bank Dunia, kondisi tersebut semakin bermasalah ketika harga minyak dunia melonjak. Selain memperbesar beban fiskal negara, mekanisme subsidi yang berlaku saat ini dinilai gagal melindungi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Lonjakan harga minyak global mengungkap beban fiskal dan kelemahan dari penargetan subsidi BBM, di mana 20% rumah tangga terkaya justru menerima setengah dari total subsidi BBM," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Lembaga keuangan internasional itu mencatat belanja subsidi energi Indonesia mencapai 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu komponen pengeluaran publik yang cukup besar. Akibatnya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial menjadi semakin terbatas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bank Dunia menawarkan tiga langkah reformasi subsidi BBM. Pertama, pemerintah disarankan melakukan penyesuaian harga BBM secara bertahap agar selisih antara harga subsidi dan harga pasar semakin kecil.

Langkah kedua adalah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada 40 persen rumah tangga termiskin sebagai kompensasi atas kenaikan harga energi. Menariknya, Bank Dunia menilai biaya bantuan tersebut relatif kecil, hanya sekitar 10 persen dari total penghematan yang diperoleh dari reformasi subsidi BBM.

Adapun langkah ketiga adalah mengalihkan dana hasil penghematan subsidi untuk memperkuat program perlindungan sosial, investasi publik, serta mendukung mata pencaharian masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Bank Dunia, reformasi subsidi secara bertahap selama dua tahun berpotensi menghasilkan penghematan fiskal hingga 1,3 persen dari PDB. Bahkan setelah kebijakan penyesuaian harga diterapkan sepenuhnya, ruang fiskal pemerintah diperkirakan meningkat menjadi 2,1 persen dari PDB.

baca juga

Namun demikian, Bank Dunia mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya bergantung pada desain kebijakan, tetapi juga pelaksanaannya di lapangan. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan komunikasi publik yang jelas, memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN), serta memastikan transparansi penggunaan dana hasil penghematan subsidi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

×