Rupiah Melemah, Laba Standard Chartered Anjlok

Doddy Rosadi | Suara.com

Kamis, 08 Mei 2014 | 13:57 WIB
Rupiah Melemah, Laba Standard Chartered Anjlok
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Laba operasional Standard Chartered di kuartal pertama tahun ini anjlok karena melemahnya mata uang di sejumlah negara berkembang serta turunnya bisnis di industri keuangan.

Penurunan laba itu sudah sesuai dengan prediksi manajemen Standard Chartered. CEO Peter Sands pernah mengungkapkan, manajemen menunda rencana untuk meningkatkan pemasukan 10 persen. Menurut Sands, Standard Chartered akan mengkaji lagi bisnisnya di sejumlah negara berkembang yang tidak terlalu menguntungkan.

“Kondisi pasar yang sulit yang dimulai sejak tahun lalu masih terus berlanjut ke kuartal pertama 2014 dan kemungkinan masih berlanjut pada April dan Mei,” demikian keterangan tertulis manajemen.

Saham Standard Chartered anjlok 0,1 persen di bursa saham Hongkong ke level 168,5 dolar Hongkong. Pelemahan mata uang rupee di India dan Rupiah di Indonesia telah memangkas pemasukan Standard Chartered. Pemasukan dari industri keuangan turun 16 persen.

Di Korea, Standard Chartered sudah menjual dua unit usaha keuangan setelah mencatat penurunan laba yang pertama kali dalam satu dekade. Laba Standar Chartered di Korea Selatan merosot 110 juta dolar Amerika dibandingkan tahun lalu. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laba BCA Meningkat Menjadi Rp3,7 Triliun

Laba BCA Meningkat Menjadi Rp3,7 Triliun

Bisnis | Senin, 28 April 2014 | 19:09 WIB

Menkeu: Pelemahan Rupiah Hanya Sementara

Menkeu: Pelemahan Rupiah Hanya Sementara

Bisnis | Kamis, 24 April 2014 | 16:29 WIB

Tekanan Inflasi Mereda, Bank Danamon Catat Laba Rp875 Miliar

Tekanan Inflasi Mereda, Bank Danamon Catat Laba Rp875 Miliar

Bisnis | Rabu, 16 April 2014 | 17:06 WIB

Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar

Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar

Bisnis | Selasa, 15 April 2014 | 07:14 WIB

Stafsus Presiden: Indeks dan Rupiah Menguat Bukan Karena Sosok Capres

Stafsus Presiden: Indeks dan Rupiah Menguat Bukan Karena Sosok Capres

Bisnis | Senin, 14 April 2014 | 10:10 WIB

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Bisnis | Rabu, 09 April 2014 | 06:22 WIB

Terkini

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:55 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:20 WIB