Suara.com - Staf khusus Presiden bidang pembangunan dan ekonomi Fitmanzah mengungkapkan, terkendalinya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban semasa kampanye merupakan prime-causa berjalan baiknya pembangunan ekonomi suatu negara.
“Ketika Pilpres berjalan secara aman, demokratis dan tertib maka dipastikan ekonomi setelah Pilpres akan semakin meningkat,” kata Firmanzah, dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (7/9/2014).
Firmanzah menyebutkan, ada beberapa faktor yang mendasari pendapatnya. Pertama, dengan hadirnya Presiden dan Kabinet baru akan meningkatkan ekspektasi dari masyarakat dan dunia usaha.
“Presiden dan Kabinet Baru dipastikan mengusung tema perubahan dan perbaikan dari periode sebelumnya. Selain itu juga, Presiden dan Kabinet Baru akan berusaha sekuat tenaga mewujudkan janji-janji politik semasa kampanye Pilpres,” jelasnya.
Kedua, lanjut Firmanzah, terjaganya situasi aman dan tertib akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Ia mengingatkan, investor baik di pasar modal maupun sektor riil sangat sensitif terhadap stabilitas politik karena dapat mengganggu perencanaan dan imbal balik investasi mereka. “Terlebih investasi di sektor riil dan infrastruktur yang bersifat jangka panjang,” tuturnya.
Ketiga, dengan terjaganya situasi aman dan tenang selama Pilpres maka akan semakin menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan investasi penting di Asia-Pasifik.
Menurut Firmanzah, seiring dengan semakin membesarnya jumlah kelas menengah, kebijakan industrialisasi dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur serta strategi pengelolaan inflasi yang terpadu akan mendorong ke dua sisi aspek ekonomi baik dari sisi permintaan maupun pasokan.
“Capital-inflow baik untuk pasar modal maupun investasi juga diprediksi akan semakin meningkat. Hal ini juga diperkuat dengan komitmen yang tinggi dari Pemerintah untuk terus menjaga fundamental perekonomian nasional,” ujar Firmanzah.
Karena itu, Firmanzah mengharapkan, siapapun presiden terpilih harus didukung bersama karena dihasilkan dari proses yang demokratis.