Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Wall Street Turun Dua persen Karena Aksi Jual

Ririn Indriani

Jum'at, 01 Agustus 2014 | 06:00 WIB
Wall Street Turun Dua persen Karena Aksi Jual
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Wall Street turun sekitar dua persen pada Kamis (31/7/2014) waktu setempat atau Jumat (1/8/2014) pagi waktu Indonesia bagian barat, dalam sebuah aksi jual yang luas disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk data lemah zona euro, "default" utang Argentina dan laba perusahaan AS yang mengecewakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 317,06 poin (1,88 persen) menjadi ditutup pada 16.563,30, menghapus semua keuntungan sejak akhir 2013.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 39,40 poin (2,00 persen) menjadi berakhir pada 1.930,67, terendah dalam tujuh minggu, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 93,13 poin (2,09 persen) menjadi 4.369,77.

Penurunan itu menyusul hari suram pada bursa saham Eropa, di mana indeks DAX Jerman tenggelam hampir dua persen dan indeks di Inggris serta Prancis turun tajam setelah data zona euro menghidupkan kembali kekhawatiran tentang deflasi dan Adidas mengeluarkan peringatan laba terkait dengan krisis di Ukraina.

Penyeret besar lainnya di pasar termasuk "default" (gagal bayar) utang Argentina dan perolehan laba mengecewakan dari Whole Foods Market sehingga sahamnya turun 2,3 persen, Kraft Foods yang sahamnya jatuh 6,4 persen dan lain-lain.

Beberapa analis juga menunjuk bertahannya kekhawatiran tentang valuasi saham yang tinggi setelah serangkaian rekor musim panas ini oleh Dow dan S&P 500.

Michael James dari Wedbush Securities mengatakan laporan "mengerikan" oleh Institute of Supply Management (ISM) tentang manufaktur di midwest menghidupkan kembali kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS.

"Tidak ada satu hal yang dapat menunjukkan," kata James. "Ini adalah akumulasi kekhawatiran yang telah menjebol bendungan saat ini." Semua 30 anggota klub saham unggulan (blue-chip) Dow, ditutup lebih rendah.

Penurunan terbesar diderita raksasa minyak ExxonMobil, yang tenggelam 4,2 persen setelah melaporkan penurunan 5,7 persen dalam produksi minyak dan gas sekalipun mencetak kenaikan laba kuartal kedua 28 persen.

Pencetak kerugian besar lainnya, termasuk Chevron yang jatuh 2,5 persen yang melaporkan laba Jumat, dan Nike turun 3,1 persen.

Johnson & Johnson, juga di Dow, turun 2,2 persen karena laporan pihaknya menarik alat bedah yang digunakan untuk menghilangkan fibroid pada perempuan di tengah kekhawatiran bahwa perangkat tersebut dapat menyebarkan kanker.

Perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka pun tak luput dari kerugian. Apple kehilangan 2,6 persen dan Facebook serta Google keduanya masing-masing turun 2,7 persen.

Raksasa peritel AS, Target, kehilangan 2,9 persen karena merekrut mantan eksekutif puncak Pepsi, Brian Cornell, sebagai kepala ekesekutif baru tujuh bulan setelah skandal pencurian data yang mengguncang perusahaan.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik tipis menjadi 2,56 persen dari 2,55 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun tetap stabil di 3,31 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI

Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:32 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat

IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:21 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Berpeluang Menguat ke 6.162, Reliance Sekuritas Unggulkan BBCA hingga SCMA

IHSG Berpeluang Menguat ke 6.162, Reliance Sekuritas Unggulkan BBCA hingga SCMA

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:50 WIB

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB

IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan

IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:36 WIB

Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram

Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:34 WIB

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:18 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu

IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:19 WIB

Terkini

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:56 WIB

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:54 WIB

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:53 WIB

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:50 WIB

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:49 WIB

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:47 WIB

Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!

Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:45 WIB

PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri

PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

×